KAJIAN TENTANG HIDUP
Mengapa Besok Masih Harus Hidup?
Suatu malam aku iseng bertanya ke beberapa orang teman tentang alas an mereka “mengapa masih harus hidup besok?.” Awalnya sih pertanyaan itu hadir dari kontemplasiku sendiri karena gejala malas yang menutupi pandanganku untuk melakukan aktivitas. Kadang kita perlu motifasi untuk bangkit dari keterpurukan. Bukan hal yang mudah juga untuk dapat keluar dalam labirin seperti itu karena pasti semua tahu kalo MOOD yang berbicara. Dijamin nggak bakal bisa keluar kemanapun. Dan satu! Kepalamu akan di penuhi prasangka!!!!!!!!!!!!!!!!!.
Oke. Sebelum aku menjelaskan panjang lebar apa maksud dari judul aneh yang ku omongin, ini jawaban dari teman-teman yang ku kirimi SMS.
“eh, in mau nanya. Alasan mengapa masih harus idup besok paan?” he, untungnya dia nggak nanya-nanya kenapa aku nanya-nanya hal aneh kayak gitu. Trus jawabnya gini.
“kenapa masih harus hidup besok? Karena masih banyak hal yang harus di kerjakan dalam rangka mensyukuri kesempatan yang diberikan satu hari lagi”. Wuh.. tuh kan. Itu baru satu motifasi yang ku dapat, akan banyak lagi yang akan memberi dukungan. He, secara langsung mereka emang nggak ngerasa udah ngasih sebuah quote untuk hidup dan maknanya, namun satu sisi hal ini jadi kalimat yang terkoleksi dalam pikiran. Hmmm.. hidup.
Lalu, datang pula SMS balasan dari yang lain. Katanya gini. “kenapa harus hidup besok in? masih banyak mimpi, cita-cita dan dosa.
Kalo diri ini sudah tersibukkan dengan ibadah dan bebas dari hutang materi, tentulah mati itu lebih baik.
“I’ve to learned and do good thing at the same time and more better everyday. But unfortunately, its not an easy way.” Gitu katanya. Jangan hanya materi dan bersenang-senang aja yang dipikirin. Karena teori keseimbangan sendiri nyebutin kalo hidup itu mesti di lengkapi dengan kontemplasi (perenungan) untuk mengembalikan kondisi runaniah (jiwa) kita yang kena polusi kesesatan dunia fana. Hehe,
“kenapa masih harus hidup besok in? karena masih dikasih umur mungkin ya? He, paling nggak, akan ada sesuatu yang beda besok dan merasa masih dibutuhkan oleh calon-calon siswaku besok saat mengajar… bisa di terima in?”. yeah, tentu sangat di terima. Keinginan untuk menjadi pendidik itu mulia. Banyak yang mengatakan “guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa” tidak pernah salah. Untuk sebuah motifasi, keinginan seperti ini akan terus hidup meski jasad udah nggak di bumi dan jiwa udah menghadap-Nya. Namun, semoga keinginan inilah yang menjadi motifasi terkuat untuk hidup tiap harinya. Memberantas kebodohan dengan mengajar dan memberi penerangan kepada orang lain, ALLAH sudah sangat jelas menjelaskannya dalam AL-Qur’an dan Hadist. Semoga kita juga termasuk penerang jalan bagi yang ada dalam jalan kegelapan pula. Sekecil apapun sinar yang kita berikan. Let’s we hope full.
Teman yang lain ngirim lagi komen berikutnya. Dia bilang gini “kenapa masih harus hidup besok? Karena ALLAH memberikan saya kesempatan untuk bertaubat, karena saya adalah manusia biasa yang tak luput dari dosa dan kesalahan. Kedua, masih banyak orang-orang yang insyaALLAH membutuhkan saya di hari esok”
“kenapa masih harus hidup besok? Saya harus hidup besok karena bekal saya untuk menghadapi hari “kemudian” masih belum cukup. Jadi saya masih harus mencarinya dulu”
Dan komentar kali ini salah satu yang berbeda. Temanku bilang gini “alasannya belum punya pacar nih, belum merried juga, belum dapat nilai bagus, belum bahagiain orang tua, ibadahnya juga masih kurang. Dan besok ada upacara kebangkitan nasional… hehe, just kidding.
Kenapa harus hidup besok? Karena kita hidup besok untuk mati, kita nggak tau kita mati kapan, dan nganggap hidup hanya untuk hari ini… besok adalah misteri, nggak ada yang tahu. Kok nanya kayak gini? Ada apa tho???”
Dan terakhir temanku komentar “kenapa masih harus hidup besok? Karena ku masih berguna untuk orang tuaku”.
Kenapa masih harus hidup besok? (sebuah pembahasan)
Mungkin sangat riskan terdengan dan dicerna oleh pikiran. Apalagi dalam kehidupan sendiri, tiap insane yang memiliki nyawa lebih sadar akan adanya ajal dalam kehidupan yang sementara. Manusia tidak dapat campur tangan kepada panjang dan pendeknya umur. Karena dalam hal ini, saat ajal datang manusia tidak dapat mengganggu gugat apa yang sudah ditakdirkan padanya. Bahwa ajalnya telah datang dan dia harus segera menghadap Sang Khalik, membawa segala amal dan perbuatannya untuk di tanggung jawabkan di akhirat kelak. Hal ini manifestasi dari tujuan keberadaan manusia itu sendiri “sebagai khalifah” di muka bumi.
Pertanyaan “kenapa masih harus hidup besok” adalah pertanyaan retorik propaganda yang memprovokasi seseorang untuk mengungkapkan keinginannya untuk dapat hidup. Motivasi hidup seperti apa yang ada dalam hati untuk mendapatkan hari yang terbaik esok hari.
Motifasi adalah semangat yang mendorong seseorang untuk meraih impian dan harapan dalam hidup. Seorang insane hanyalah nakhoda yang membutuhkan kompas saat melaut di samudera kehidupan. Mencoba bertahan dengan lentera yang ada saat ombak dan angin barat meniup yang mencoba merobohkan layar kapal. Kompas tetap menjadi kebutuhan saat badai datang.
Jadi, mengapa masih harus hidup besok? Adalah cara seseorang untuk mengisi hidup ini dengan sebaik-baiknya saat seorang sadar akan keberadaannya di muka bumi, apa tugasnya, tantangan yang dihadapi. Kemungkinan pembelotan yang akan dihadapi sebagai bagian dari hidup dan cara memperbaikinya adalah dengan mengerti bahwa dalam tiap diri pasti memiliki motifasi kenapa masih harus hidup besok. Hal itu berupa impian seperti masih ingin mengejar cita-cita, ingin kaya raya, menjadi pengusaha sukses, ingin membangun rumah mewah, ingin keliling dunia, bias juga ingin membahagiakan orang tua. Semua itu bisa menjadi mungkin dalam hal menjajaki.
Dalam impian, tentu tersebar harapan-harapan seperti sebuah benda padat. Benda padat adalah impian dan harapan adalah partikel – partikel penyusunnya.
Bertanya pada diri sendiri “kenapa masih harus hidup besok?” adalah salah satu cara untuk mengetahui motifasi diri, karena motifasi mengandung semangat dan kemauan yang hamper loyo, layu dan rontok. Coba tanyakan lagi “kenapa masih harus hidup besok?” karena sikap fitrah manusia selalu ingin “meraih yang terbaik dalam hidupnya”, kembali kepangkuan ALLAH dengan sebaik-baiknya amal dengan budi. Budi yang menghantarkan ke kebahagiaan yang kekal adalah tujuan hidup seorang hamba menuju Sang Maha Pemberi Kehidupan.
Bukan tidak mensyukurinya dengan melakukan hal di luar yang di syariatkan. Doing the best for everyday akan membuat orang berpikir untuk melakukan dan mencari kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Entah itu untuk diri insane itu sendiri maupun untuk orang lain. Yang jelas dalam hal motifasi dan cara pandang seseorang bagaimana mengisi hidup akan banyak cara dan jalan keluan. Paling tidak, istilah banyak pilihan terbaik yang bisa di tempuh dalam hidup ini cukup terbukti kebenarannya. Bahwa tidak semua orang sempurna dan selalu akan ada kesalahan dalam hidup yang menuntut untuk lebih baik setiap hari, bahkan setiap detak jantung yang menggetarkan dan menggerakkan tiap inti sel dalam tubuh.
Suatu malam aku iseng bertanya ke beberapa orang teman tentang alas an mereka “mengapa masih harus hidup besok?.” Awalnya sih pertanyaan itu hadir dari kontemplasiku sendiri karena gejala malas yang menutupi pandanganku untuk melakukan aktivitas. Kadang kita perlu motifasi untuk bangkit dari keterpurukan. Bukan hal yang mudah juga untuk dapat keluar dalam labirin seperti itu karena pasti semua tahu kalo MOOD yang berbicara. Dijamin nggak bakal bisa keluar kemanapun. Dan satu! Kepalamu akan di penuhi prasangka!!!!!!!!!!!!!!!!!.
Oke. Sebelum aku menjelaskan panjang lebar apa maksud dari judul aneh yang ku omongin, ini jawaban dari teman-teman yang ku kirimi SMS.
“eh, in mau nanya. Alasan mengapa masih harus idup besok paan?” he, untungnya dia nggak nanya-nanya kenapa aku nanya-nanya hal aneh kayak gitu. Trus jawabnya gini.
“kenapa masih harus hidup besok? Karena masih banyak hal yang harus di kerjakan dalam rangka mensyukuri kesempatan yang diberikan satu hari lagi”. Wuh.. tuh kan. Itu baru satu motifasi yang ku dapat, akan banyak lagi yang akan memberi dukungan. He, secara langsung mereka emang nggak ngerasa udah ngasih sebuah quote untuk hidup dan maknanya, namun satu sisi hal ini jadi kalimat yang terkoleksi dalam pikiran. Hmmm.. hidup.
Lalu, datang pula SMS balasan dari yang lain. Katanya gini. “kenapa harus hidup besok in? masih banyak mimpi, cita-cita dan dosa.
Kalo diri ini sudah tersibukkan dengan ibadah dan bebas dari hutang materi, tentulah mati itu lebih baik.
“I’ve to learned and do good thing at the same time and more better everyday. But unfortunately, its not an easy way.” Gitu katanya. Jangan hanya materi dan bersenang-senang aja yang dipikirin. Karena teori keseimbangan sendiri nyebutin kalo hidup itu mesti di lengkapi dengan kontemplasi (perenungan) untuk mengembalikan kondisi runaniah (jiwa) kita yang kena polusi kesesatan dunia fana. Hehe,
“kenapa masih harus hidup besok in? karena masih dikasih umur mungkin ya? He, paling nggak, akan ada sesuatu yang beda besok dan merasa masih dibutuhkan oleh calon-calon siswaku besok saat mengajar… bisa di terima in?”. yeah, tentu sangat di terima. Keinginan untuk menjadi pendidik itu mulia. Banyak yang mengatakan “guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa” tidak pernah salah. Untuk sebuah motifasi, keinginan seperti ini akan terus hidup meski jasad udah nggak di bumi dan jiwa udah menghadap-Nya. Namun, semoga keinginan inilah yang menjadi motifasi terkuat untuk hidup tiap harinya. Memberantas kebodohan dengan mengajar dan memberi penerangan kepada orang lain, ALLAH sudah sangat jelas menjelaskannya dalam AL-Qur’an dan Hadist. Semoga kita juga termasuk penerang jalan bagi yang ada dalam jalan kegelapan pula. Sekecil apapun sinar yang kita berikan. Let’s we hope full.
Teman yang lain ngirim lagi komen berikutnya. Dia bilang gini “kenapa masih harus hidup besok? Karena ALLAH memberikan saya kesempatan untuk bertaubat, karena saya adalah manusia biasa yang tak luput dari dosa dan kesalahan. Kedua, masih banyak orang-orang yang insyaALLAH membutuhkan saya di hari esok”
“kenapa masih harus hidup besok? Saya harus hidup besok karena bekal saya untuk menghadapi hari “kemudian” masih belum cukup. Jadi saya masih harus mencarinya dulu”
Dan komentar kali ini salah satu yang berbeda. Temanku bilang gini “alasannya belum punya pacar nih, belum merried juga, belum dapat nilai bagus, belum bahagiain orang tua, ibadahnya juga masih kurang. Dan besok ada upacara kebangkitan nasional… hehe, just kidding.
Kenapa harus hidup besok? Karena kita hidup besok untuk mati, kita nggak tau kita mati kapan, dan nganggap hidup hanya untuk hari ini… besok adalah misteri, nggak ada yang tahu. Kok nanya kayak gini? Ada apa tho???”
Dan terakhir temanku komentar “kenapa masih harus hidup besok? Karena ku masih berguna untuk orang tuaku”.
Kenapa masih harus hidup besok? (sebuah pembahasan)
Mungkin sangat riskan terdengan dan dicerna oleh pikiran. Apalagi dalam kehidupan sendiri, tiap insane yang memiliki nyawa lebih sadar akan adanya ajal dalam kehidupan yang sementara. Manusia tidak dapat campur tangan kepada panjang dan pendeknya umur. Karena dalam hal ini, saat ajal datang manusia tidak dapat mengganggu gugat apa yang sudah ditakdirkan padanya. Bahwa ajalnya telah datang dan dia harus segera menghadap Sang Khalik, membawa segala amal dan perbuatannya untuk di tanggung jawabkan di akhirat kelak. Hal ini manifestasi dari tujuan keberadaan manusia itu sendiri “sebagai khalifah” di muka bumi.
Pertanyaan “kenapa masih harus hidup besok” adalah pertanyaan retorik propaganda yang memprovokasi seseorang untuk mengungkapkan keinginannya untuk dapat hidup. Motivasi hidup seperti apa yang ada dalam hati untuk mendapatkan hari yang terbaik esok hari.
Motifasi adalah semangat yang mendorong seseorang untuk meraih impian dan harapan dalam hidup. Seorang insane hanyalah nakhoda yang membutuhkan kompas saat melaut di samudera kehidupan. Mencoba bertahan dengan lentera yang ada saat ombak dan angin barat meniup yang mencoba merobohkan layar kapal. Kompas tetap menjadi kebutuhan saat badai datang.
Jadi, mengapa masih harus hidup besok? Adalah cara seseorang untuk mengisi hidup ini dengan sebaik-baiknya saat seorang sadar akan keberadaannya di muka bumi, apa tugasnya, tantangan yang dihadapi. Kemungkinan pembelotan yang akan dihadapi sebagai bagian dari hidup dan cara memperbaikinya adalah dengan mengerti bahwa dalam tiap diri pasti memiliki motifasi kenapa masih harus hidup besok. Hal itu berupa impian seperti masih ingin mengejar cita-cita, ingin kaya raya, menjadi pengusaha sukses, ingin membangun rumah mewah, ingin keliling dunia, bias juga ingin membahagiakan orang tua. Semua itu bisa menjadi mungkin dalam hal menjajaki.
Dalam impian, tentu tersebar harapan-harapan seperti sebuah benda padat. Benda padat adalah impian dan harapan adalah partikel – partikel penyusunnya.
Bertanya pada diri sendiri “kenapa masih harus hidup besok?” adalah salah satu cara untuk mengetahui motifasi diri, karena motifasi mengandung semangat dan kemauan yang hamper loyo, layu dan rontok. Coba tanyakan lagi “kenapa masih harus hidup besok?” karena sikap fitrah manusia selalu ingin “meraih yang terbaik dalam hidupnya”, kembali kepangkuan ALLAH dengan sebaik-baiknya amal dengan budi. Budi yang menghantarkan ke kebahagiaan yang kekal adalah tujuan hidup seorang hamba menuju Sang Maha Pemberi Kehidupan.
Bukan tidak mensyukurinya dengan melakukan hal di luar yang di syariatkan. Doing the best for everyday akan membuat orang berpikir untuk melakukan dan mencari kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Entah itu untuk diri insane itu sendiri maupun untuk orang lain. Yang jelas dalam hal motifasi dan cara pandang seseorang bagaimana mengisi hidup akan banyak cara dan jalan keluan. Paling tidak, istilah banyak pilihan terbaik yang bisa di tempuh dalam hidup ini cukup terbukti kebenarannya. Bahwa tidak semua orang sempurna dan selalu akan ada kesalahan dalam hidup yang menuntut untuk lebih baik setiap hari, bahkan setiap detak jantung yang menggetarkan dan menggerakkan tiap inti sel dalam tubuh.
Komentar
Posting Komentar