Mbah Surip yang Nyentrik: kajian sederhana di balik itu.

Tribute For Mbah Surip

Innalillahi wa innaillahi rojiun…
Sekarang tanggal 4 agustus 2009. tiap orang tahu adanya jodoh, rezeki dan maut ada di tangan tuhan sang pemberi kehidupan. Setiap hari, gemerincing koin logam yang berpindah dari satu tangan ke tangan lain tentu terjadi dengan lumrah. Begitu juga dengan pemuda yang bertemu jodohnya saat kesedihan tengah menghimpitnya. Namun hal itu tetap akan jadi misteri. Tidak akan pernah ada yang tahu kapan hal itu akan datang menghampiri tiap kita. Pengembara yang berjalan dengan mata yang terlihat terbuka. Yang sampai entah kapan akan benar-benar dapat melihat dengan benar.

Hari ini sangat fenomenal dalam arti suka duka itu bercampur. Pertama seniman jujur yang sedang naik daun meninggal. Mbah Surip. Tidak ada yang tak kaget dengan kabar ini. Sosok mbah surip mengingatkanku dengan ki blaka dalam buku karya Arswendo Atmowiloto yang judulnya BLAKANIS. Sosok ki blaka yang sederhana dengan kain luriknya beserta ideology kejujuran yang di anutnya sampai meninggal. Mbah surip hidup dalam seninya. Bahkan meninggal dengan rasa seninya terhadap hidup.

Yang kupahami, seniman adalah orang yang selalu ingin menyampaikan ekspresi kehalusan budinya dalam sebuah karya. Kalau bahasa logisnya, untuk memahami seorang seniman, perlu paham bagaimana mereka berpikir. Ciri utama seniman sejati adalah jujur dengan apa yang dihasilkannya. Paling tidak sedikit banyak aku paham dengan hal ini, karena diriku sendiri seperti itu. Bekerja untuk pure menggeluti dunia seni tidak dapat menggantungkan dengan materi. Kehidupan yang di dominasi oleh otak kanan menuntut untuk hidup acak dengan lompatan intuitif dan perasaan yang tajam dalam menangkap makna hidup. Ekspresi seni tidak dapat di bohongi.

Sama dengan ekspresi seni ALLAH untuk kebesaran anugrah yang di limpahkan-Nya di bumi ini. Baik itu mahluk yang di ciptakan-Nya, maupun jagad raya yang di ciptakan dengan begitu indah dengan daya kekuatan dan kecintaan-Nya kepada Mahluk.

Mbah surip pun begitu. Meninggalkan kehidupan mapan sebagai pegawai tambang dengan gelar akademis yang mengagumkan hanya untuk seni. Mengelilingi dunia dengan keahliannya namun tetap tidak menemukan apa yang dicarinya, dan tetap saja tidak memuaskan jiwanya. Hal ini wajar terjadi pada seniman sejati. Tidak seperti orang yang menggandrungi sesuatu yang masih bisa hidup meski tidak dengan apa yang sedang di gandrunginya. Nah, untuk seorang seniman seperti Mbah Surip kelimpahan harta malah akan membuatnya tidak jujur akan dirinya sendiri dan kegandrungan itu yang membuatnya tetap ikhlas melakoni hidup menjadi seorang seniman. Seni yang ikhlas dan murni mengusir kegundahan orang lain, itu yang dilakukannya, itu yang disampaikannya hingga akhir hayat.

Bukan berarti kehidupan menggelandang yang seperti di lakukan mbah surip di benarkan bahwa dia benar-benar menggelandang. Secara kasat mata tentu tidak ada yang membantah akan hal itu. Namun, seorang seniman banyak melakukan hal itu untuk mencari inspirasi, menjadi wadah kontemplasi untuk pengungkapan hakikat sebenarnya bagaimana hidup sebenarnya. Banyak seniman seperti seniman theater yang melakukan studi langsung dengan turun dan merasakan sendiri. Ada pula yang anti kemapanan untuk menjaga ideology dan prinsip hidup. Dan menjaga keikhlasan serta jujur pada hidup.

Hmmm… hidup seperti mbah surip tidak mudah. Aku sendiri merasakan kehilangan yang besar dengan kepergiannya. Namun seperti kata rekan mbah surip “ikhlaskan saja mbah surip. Kini dia tenang dan berpulang pada rumah yang selalu di carinya. Kini, ALLAH telah benar-benar menggendong mbah surip ke kharibaan-Nya.” Persamannya dengan ki blaka dalam kaca mataku, mbah surip hidup jujur. Jujur dengan seni yang mengakar dalam jiwanya. Penampilan bisa kotor, dekil, kumal dan kasar. Namun, hati dan budinya dapat dilihat dari karya yang di tinggalkan. Begitu juga dengan hidup sederhana yang melekat padanya, hingga ALLAH mengutus izra’il untuk mencabut nyawanya. Dan kita mungkin menjadi orang selanjutnya. Segera siapkan diri.

Fenomena kedua, kecelakaan KRL yang terjadi di daerah Babulak, Bogor. Si Masinis tewas dan puluhan orang luka-luka. Mari Mengirim Alfatiha dan do’a untuk Musibah yang menimpa bangsa ini.

Komentar

Postingan Populer