Retorika: saat sebuah pertanyaan jadi serius

Apa yang paling ingin kamu ketahui?

Apa yang paling ingin kamu ketahui? Itu bahan yang menarik yang kupikirkan untuk di bagi. Bahwa tiap orang memiliki jawaban masing-masing. Yang di dalamnya sendiri, tentu ada kesadaran bahwa hal itu adalah sesuatu yang… yeah, tentu menarik untuk menceritakan apa yang menjadi kegundahan dan misteri yang ingin di pecahkan.

Menyadari apa yang sedang di sembunyikan teman-temanku sendiri dalam pikirannya? Aku jadi tertarik. Rasanya, serabut-serabut myelin dalam otakku terus berkontraksi dan berdenyut-denyut dengan kemungkinan jawaban yang akan mereka berikan. Aku menjadi begitu bersemangat dan sangat penasan. Dan tidak ada salahnya aku menceritakan apa saja yang mereka katakan. Karena menurutku tiap jawaban adalah gambaran diri. Jika di bagi? Tentu nggak akan ada salahnya. Mungkin bisa jadi bahan renungan, atau mungkin bahan tertwaan kalau aku akhirnya jadi bulan-bulanan dari pertanyaanku sendiri.

Oke, aku ingin ngingetin dulu. Yang aku tanyakan ke teman-teman intinya seperti yang jadi tittle dari judul tulisan ini. Yaitu “APA YANG PALING INGIN KAMU KETAHUI JIKA APA YANG KAMU INGIN TAHU AKAN DI JAWAB”. Nah, aku segera mendapatkan jawaban menarik mulai dari balasan SMS pertama (dalam hal ini, nama teman yang ku kirimi SMS kurahasiakan. He, untuk menjaga privasi narasumber kukira). Lagian kalo nanti di tuntut honorarium, bisa brabe lah!!!!.

Jawaban menarik pertama adalah kebingungan. Hm? Seperti apa itu, dan kenapa harus bingung dengan kemungkinan jawaban yang melintas dalam pikiran, ternyata menjadi sesuatu yang menarik untuk di cermati. Jawaban aslinya kayak gini “apa ya? nggak tau. Kalo in?”. tentu aneh sih mengapa jawabannya Cuma segitu. Tapi nggak bisa juga di bilang nyebelin karena pelit komen dan malah nanya balik. Nah, sebelum under estimate nih, aku sendiri ngedapetin jawaban-jawaban lagi. temenku ngelalanjutin karena dia balik bertanya, maka aku ngejawab.
“in pengen jawaban tiap pertanyaan yang ada dalam otaknya in”
“iya, tapi harus ada batasannya ya . Contohnya tentang ALLAH. Berpikirlan tentang Mahluk ALLAH tetapi jangan berpikir tentang dzat ALLAH. Sebab, kalian tidak akan sanggup mengira-ngira hakikatNya yang sebenarnya” hadist riwayat Abu Nuaim.”. dan wuh… ternyata mungkin temanku lebih paham dengan apa yang ingin di ketahuinya. nah, jadi udah jelas. Orang yang pelit komen biasanya punya alasan khusus kenapa tidak harus menjawab. Maksudnya, biasanya mereka orang sudah puas dengan jawaban yang ada. Dan bisa juga karena mereka tidak dalam kondisi yang fit, jadi nggak mau mikir. (he, soalnya waktu di SMS temanku lagi sakit). Hehe, yah! Terbuktilah aku usil. Ah! Tapi jangan di adili sekarang. Kan mau ngelanjutin cerita? He,

Lalu ada lagi nih yang punya jawaban MULIA. Katanya “pengen tahu bagaimana wajahnya Rosul.” Dan ujung-ujung aku selalu kebagian pertanyaan “kalo in?”. akupun mau. Dan sekarang lagi berusaha. Yang baca juga yah??? He, amin…

Selanjutnya jawaban yang cukup kreatif juga datang “pengen tahu apa yang in pikirkan sekarang. He…” yeah, kujawab “ngirim SMS yang sama ke semua orang” dalam hati kulanjutin, dan mendapatkan jawaban-jawaban yang bisa di pikirin dan jadi bulan-bulanan untuk mendapat alasan duduk di dua sudut diam terbaruku (di atas tembok sambil nikmati sunset dan duduk di sudut kotak tumpukan buku. Tapi kadang aku merasa kayak anak autis waktu duduk di sudut diam itu. Nggak ada yang kupedulikan soalnya). Hehe.

Jawaban cerdas datang dari seorang sahabat. Jawabannya cukup singkat, padat dan jelas serta pasti katanya “Informasi!!!”. yeah, tiap orang butuh informasi. Bisa di bayangin, tiap pagi berjuta-juta mata duduk depan tv untuk nonton berita, tiap pagi sambil meyeruput kopi banyak bapak-bapak yang nyambi baca Koran, tiap matahari udah naik sejengkal nih (he, sekitar jam 7 pagi) gilirannya si ibu-ibu dan para gadis nongkrongin info selebritis nonton GOSSIP (nah lho?). informasi selalu memegang peranan penting pada dunia saat ini, karena kalo mengingat begitu banyakknya kejadian yang terjadi sehari-hari, tentu tiap orang nggak akan mau ketinggalan untuk tahu “WHATs New?” tiap hari. Tapi sayang, ujung-ujungnya aku kembali di jadikan bulan-bulanan-nya pertanyaan balik yang biasanya lebih ke pertanyaan pribadi. “pengen tahu isi hatinya in??” wuaaaaaah… Gubrakkkkh!!! yeah, jujur yang nanya ini teman cowok. Makannya in jadi sasaran empuk untuk di Tanya lagi. (he, tapi jujur. FEED BACK itu nggak nyenengin).

Dalam pertanyaan aneh yang ku ajukan, ada satu tanggapan kebingungan yang di ungkapin temanku. Katanya kayak di bawah ini.
“iya in, masih pusing nih. Pengen tahu kapan mati tapi serem lagi… pengen tahu gimana masa depan aku takutnya kepikiran terus… pengen tahu gimana besok, palingan seperti hari biasa. Lier in… “ aku sendiri jadi menggolongkan yang nanya hal-hal yang udah pasti kayak gini sebagai “penyuka ramalan” bisa dilihat dari keinginan untuk ngedapetin kepastian hidup. Padahal, hidup bukannya harus di nikmatin dan di hayatin tuh misterinya? (hehehe.. tentu alasannya in nggak bisa di jadikan pertimbangan. He, alasannya selalu nggak wajar dan tiap orang selalu punya alasan logis masing-masing untuk di percayai).

Nah, semalam ada juga yang curhat tentang kegundahannya selama ini. Dan jawabannya kayak gini “aku pengen banget tahu kenapa orang tuaku selalu melarangku nikah dengan orang hindu, padahal ku dilahirkan dari pernikahannya dengan orang hindu, apa karena mereka nggak bahagia? Atau benar ada hukum karena pernikahan silang?”. Aku jadi nggak enak sih. Jadi ngungkit hal yang bikin temanku sendiri sedih. Tapi adakalanya juga sih hal itu menjadi peluang untuk di curahkan ke orang lain. Rasa “tidak menggung sendiri” itu paling nggak emang bener jadi tersalurkan. Yeah, ada aku yang siap service 24 jam nonstop untuk di jadikan tempat mengeluh (Curhat). He, InsyaALLAH. Kalo bukan solusi yang keluar dari mulutku, paling Cuma omelan. Hehehe,

Eh, trus ada yang muji-muji juga. He, ini Cuma bagianku he.. katanya gini “its nice, to be better woman. I’m amazing to you” hehehe… (jangan sirik yah?). itu tanggapan jadi jawabanku tentang feedback balik kayak biasa “kalo in?”. tapi sure! Aku yakin itu Cuma gombalan. Hmmmm… capek dengernya. (sebernernya karena aku lebih suka di omelin dari pada di puji).

Eh, ada juga yang pengen tahu perasaan gebetannya. Hehehe… ada-ada aja. Jawaban itu ku dapat dari teman yang lagi KKN. Yeah, dia jauh dari Gebetannya. Sebenarnya udah lama nasib hubungannya nggak jelas. In aja capek harus ngasih tahu apalagi untuk negasin “cowok yang nggak jelas tidak usah di jelasin terus. Niatnya aja udah nggak jelas, apa yang mau di perjelas lagi???????? “ hmmmmmm… sayangnya temanku selalu beralasan “nggak bisa in… aku terlalu cinta”. Dan in pun menjawab singkat “makan tuh cinta”. (ngomong-ngomong nih, in pernah dan selalu nyaranin dia untuk nikah aja. Dia siap. Tapi sayang si cowok selalu kabur. Datang dan pergi sesukanya kayak JALANGKUNG. Makanya in ngasih saran si cowok ga usah di pikirin mulu). Dan sampai saat ini hal itu belum bisa di atasi. Dia tetep aja kangen ama tuh cowok. (padahal perasaan cowok itu udah jelas, sekabur orangnya).

Dan yang terakhir nanggepin cukup nyenengin. He, meski ujung-ujungnya aku di gombalin (huh! Aku tahu, aku harus professional. And that not become the a big problem). “aku tidak mau tahu apa-apa, biar semuanya jadi rahasia karena hidup akan bermakna bila kita menjalani semuanya dengan penuh misteri. Kalo in?” itu cukup membuat aku tidak harus bertanya lagi. Hehehe, karena memang sebaiknya semua jadi misteri.

Hm?

Aku langsung ingin bertanya lagi. “suka nggak semuanya jadi misteri aja?” hehe, karena mungkin banyak yang tidak punya alasan untuk menjawab apa sebenarnya yang ingin di ketahui dan alasan yang paling mereka tidak ingin ketahui adalah masalah yang sangat pribadi. Hm? Semua pasti bisa membuat seperti apa contoh itu. Hehe..

Sebenarnya pertanyaanku juga salah. Keinginan orang untuk tahu jawaban pada tiap pertanyaan mereka, harusnya jadi misteri saja. Karena kalo inget hukum fisika tentang Relativitas yang bilang, dalam memandang sesuatu kita selalu nggak sama dalam hal jika beda posisi, beda pula pandangan (he, itu hanya tafsiran serampangan dari teori fisika yang bilang kayak gini “misalnya ada 2 pesawat jet yang terbang di langit, nah kecepatan yang ada pada pesawat yang satu akan beda dengan yang lain kalo di pandang dari 2 tempat. Dan kurang lebih hal ini kayak gitu. NB: Kalo teorinya salah tolong di benarin).

Untuk Ending, aku hanya ingin bilang. Pertanyaan “APA YANG PALING INGIN KAMU KETAHUI JIKA APA YANG KAMU INGIN TAHU AKAN DI JAWAB” hanya suatu pertanyaan yang mencoba mengingatkan lagi, merevisi lagi, masalah apa yang belum terselesaikan dalam hidup. Karena sering terjadi kejadian buruk masa lalu yang terpendam atau masalah masa depan yang akan di hadapi yang dimiliki, dilupakan. Padahal, hal itu punya sense of problem yang kuat. Meski hal itu memiliki kekuatan yang dapat digunakan untuk membangun sebuah danau kehidupan sumber pembelajaran, Penyejuk hati yang kering untuk ketenangan batin dalam menjalani hidup. Dan pertanyaan akan selalu hadir dalam hidup ini. Entah itu akan jadi sebuah masalah baru atau dapat menjadi sumber kebahagiaan yang hakiki. Ku harap, kejujuran pada diri sendiri itu perlu. Agar cerminan diri terpancar dalam sifat dan tingkah laku.

Semoga bermanfaat. 

Komentar

Postingan Populer