Di ujung tanduk telur?
16 desember 2009
Jadi saya adalah telur yang punya sepasang kaki dan tangan, berjalan di atas tanduk kebo? Tanduk yang terlihat runcing dan tebel juga serem. Wuh? Perasaan tegang menjadi satu dengan harapan kalau saya akan bisa melewati tanduk itu tanpa tergelincir meskipun terluka karena tertusuk oleh runcingnya. Hmm… sedang membicarakan apakah saya? Telur? Tanduk? Atau menciptakan telur yang berjalan pake tanduk? Heh, semuanya ngawur! Yang benar adalah saya sedang mengahadapi deadline laporan. Ini adalah pembuktian bagi si konyol dan ngawur ini. Do'akan saya! Karena besok, beginning strunggle itu akan saya konsul ke dosen.
Ngantuk benar-benar mengganggu saat ini. Hmmm… banyak yang ingin saya ceritakan. Terutama tentang tema dibawah ini;
Simbiosis mutualisme dua kutub pellet
Sebuah KABAR nggak resmi!
Hal ini merupakan tinjauan ulang setelah menganalisis beberapa kesamaan yang timbul antara pellet ayam dan pellet dukun. Dua kutub kekuatan ini saling mengklaim bahwa mereka adalah yang terkuat. Dalam penyataannya, penguasa kutub pellet ayam yang di wakili oleh jurubicaranya mr. cowboy-nyangkut-kandang mengatakan bahwa mereka tidak akan mengklaim diri sebagai sebuah kekuatan pellet-pelletan jika kutub dukun mau bekerja sama. Pengakuan ini membuat public berdecak aneh "sumpah lo?" begitu komentar salah satu pembaca kabar nggak resmi ini beberapa waktu lalu saat kami tanyakan mengenai pernyataan ini. "pasti akan ada sumpah pocong dan undangan dari dedemit penguasa gunung kawi yang akan meminta konfirmasi resmi untuk pernyataan ini" begitu ujar pembaca itu serius. Kami selaku pengkaji menanyakan kemungkinan ini di pihak dukun pellet.
"secara resmi kami belum menerima permintaan tersebut. Kami hanya tahu masalah ini dari komunitas dukun pellet yang biasa memelet selebritis untuk kebutuhan ketenaran" ujar dukun yang berposisi sebagai HUMAS kutub dukun. "isu ini begitu popular dikalangan selebritis. Hal ini banyak takuti oleh selebriti karena takut dukun-dukun akan tobat dan menggunakan kemampuan mereka hanya untuk kepentingan yang lebih positif. Saya selaku humas menyatakan bahwa hal ini belum dikonfirmasi oleh pihak pellet ayam. Sedang kami sendiri tidak menutup kemungkinan untuk membuka peluang kerjasama dengan pihak pellet ayam mengingat pailitnya kami selaku kutub dukun dalam pertarungan kekuatan antara kami dengan pihak kutub pellet ayam. Kekalahan membuat kami harus membayar denda dan mendapat banyak sanksi yang membuat beberapa kemampuan kami hilang dan eksistensi menurun di mata public.
Hal ini merupakan kabar gembira bagi kami. Apalagi dengan kondisi dunia perdukunan yang semakin gelap, kelam dan lembab membuat beberapa dukun terkena TBC." Pernyataan tersebut ditutup dengan batuk-batuknya sang humas perdukunan yang membuat kami harus lari beberapa meter karena pihak humas sendiri menderita TBC.
Hal ini di sambut hangat oleh juru bicara kutub pellet ayam dan menyatakan akan segera mengirimkan surat permintaan resmi. Kalau hal ini di setujui, pihak kutub pellet ayam langsung membuat MOU dengan pihak kutub dukun pellet. Jika semuanya lancar, penandatanganan MOU akan dilaksanakan di padang rumput (padang penggembalaan) ternak di dekat gurun sahara. Pemilihan tempat awalnya sedikit alot mengingat penyakit manular yang dimiliki dukun-dukun pellet.
Awalnya lokasi pertemuan akan dilakukan di padang rumput Greenland yang dingin dan beku agar kutub pellet ayam tidak dijangkiti TBC. Namun, karena alasan kemanusiaan agar para dukun turut menikmati indahnya matahari yang cerah dan terik, maka lokasi pertemuan diganti ke padang rumput afrika saja tepatnya di dekat gurun terpanas sahara.
Cuma sampai disitu dulu. Saya lagi nggak berani mengahayal karena banyak kerjaan yang harus diselesaikan. Tugas kampus yang serius lagi numpuk. Apalagi banyak hal yang membuat saya harus serius introspeksi. Hmmm… saya benar-benar lagi lalai. Ketakutan di ujung tanduk membuat saya takut. Semoga semua bisa berjalan lancer. Amin ya robbal alamin…
Komentar
Posting Komentar