Nice first
1 desember 2009
Malam ini, setelah di uji dengan berbagai tantangan, akhirnya saya bisa tidur dengan tenang juga. Meski harus bangun lagi tengan malam nanti. Untuk apakah? Hehe… yah, saya harus menggenjot laporan PKL sebelum pak dosen pembimbing pulang dari berhaji (kalo ada pembaca yang kenal dengan beliau, mohon jangan di kasih tahu yah?!, saya tiba-tiba bisa menjadi tomat karena malu soalnya). Hmmm… rasanya ketar-ketir kalo harus mikirin hal yang satu ini. Tapi nggak apalah… untuk hari yang sangat menyenangkan di akhir umur 21 ini, tidak ada istilah bersedih untuk bulan ini. I’ll so FUN! (takabur sekali kau nak?!)
Yang paling asyik dari kegiatan hari ini adalah seminar Ekonomi kreatif yang diadakan HIPMI dan DEPERINDAG yang bekerja sama dengan GEMA UNRAM, goDesign dan Klikr dari yogya. Yang sekedar niatnya Cuma iseng ngisi waktu, eh, ternyata sangat menunjang pengetahuan banget. Isi seminar yang di isi oleh para pengusaha muda yang kreatif bikin suasana jadi lebih cair dan menyanangkan. Saya sendiri jadi begitu bersemangat karena keingin tahuan saya tentang industry kreatif yang ingin sekali saya geluti cukup terobati. Saya cukup kaget waktu pembicara memperlihatkan salah satu bentuk kreativitas band local yang berpromosi lewat youtube. Nama band itu JUMPRING BAND. Dan saya tercengang mendengar musikalitas mereka serta sisi pengemasan lagu berupa video klip yang bagus sinematografinya. Eangle-eanglenya bagus, kontras dengan video klip band local yang ada. Kalau mereka bisa terkenal, saya tidak akan kaget! Kreasi mereka dalam menanggulangi pembajakan pun oke! Dengan membagikan CD dan cassette asli dengan harga miring kepada para pedagang asongan yang notabene jualan mereka adalah barang bajakan, jadi tidak ada yang merasa dirugikan. Banyak contoh lain yang dikemukakan, salah satunya DAGADU salah satu brand kaos yang terkenal yang ternyata produknya di bajak oleh banyak pedagang di sepanjang malioboro. Hal itu tidak begitu bermasalah bagi Owner DAGADU sendiri. Karena simbiosis yang mereka lakukan saling menguntungkan.
This the perfect day-lah… saya bisa dapat banyak manfaat dari pengontrolan emosi. Ceritanya sih sebenarnya saya lagi sedih karena beberapa hal. Dan ternyata dengan seharian serius dan sibuk semua itu kayak percuma aja. Kesedihan Cuma sementara doang. Keanehan dan kegilaan bisa tetap goes on…
Tadi pagi aku sempat berpikir dan share ke beberapa teman tentang pertanyaan seperti ini “eh, gimana yah kalau presenter dan wartawan gossip ganti posisi dengan presenter dan wartawan berita TV? Kayaknya seru!” sebenarnya alasan saya ringan saja. Saya lagi kesel dengan berita di TV yang memuat berita tentang korupsiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii… aja! Sebagai wanita nih, saya punya naluri untuk ngomel, tapi kalo lagi timod alias tidak mood, saya Cuma diam dan memendamnya menjadi emosi jiwa yang membara-bara dalam hati.
Lalu saya melihat salah satu infotaiment yang ada di TV, presenter dan wartawannya suka komentar dengan tindakan selebritisnya yang suka overacting. Kadang yang dibicarakan, bisa berupa olokan ringan, juga bisa begitu kasar yang isinya menurut saya tidak baik karena sudah menyangkut privasi orang lain yang walhasil ternyata itu adalah awal gossip.
Jika melihat pembaca berita TV, siapa yang tidak takut melihat wajah dan sikap kaku mereka? Sangat berhati-hati dan takut berkomentar meski pertanyaan mereka cenderung lebih investigative di banding presenter gossip. Dan untuk tidak mencitrakan acara gossip sebagai acara yang ngomongin orang, sepertinya ide mengganti presenter cukup menarik untuk memberi citra baru?! Hehehe… mungkin koruptor lebih pintar ngeles dari pada artis kali ya? makanya butuh presenter yang serem.
Semoga besok banyak hal gila lainnya!
Malam ini, setelah di uji dengan berbagai tantangan, akhirnya saya bisa tidur dengan tenang juga. Meski harus bangun lagi tengan malam nanti. Untuk apakah? Hehe… yah, saya harus menggenjot laporan PKL sebelum pak dosen pembimbing pulang dari berhaji (kalo ada pembaca yang kenal dengan beliau, mohon jangan di kasih tahu yah?!, saya tiba-tiba bisa menjadi tomat karena malu soalnya). Hmmm… rasanya ketar-ketir kalo harus mikirin hal yang satu ini. Tapi nggak apalah… untuk hari yang sangat menyenangkan di akhir umur 21 ini, tidak ada istilah bersedih untuk bulan ini. I’ll so FUN! (takabur sekali kau nak?!)
Yang paling asyik dari kegiatan hari ini adalah seminar Ekonomi kreatif yang diadakan HIPMI dan DEPERINDAG yang bekerja sama dengan GEMA UNRAM, goDesign dan Klikr dari yogya. Yang sekedar niatnya Cuma iseng ngisi waktu, eh, ternyata sangat menunjang pengetahuan banget. Isi seminar yang di isi oleh para pengusaha muda yang kreatif bikin suasana jadi lebih cair dan menyanangkan. Saya sendiri jadi begitu bersemangat karena keingin tahuan saya tentang industry kreatif yang ingin sekali saya geluti cukup terobati. Saya cukup kaget waktu pembicara memperlihatkan salah satu bentuk kreativitas band local yang berpromosi lewat youtube. Nama band itu JUMPRING BAND. Dan saya tercengang mendengar musikalitas mereka serta sisi pengemasan lagu berupa video klip yang bagus sinematografinya. Eangle-eanglenya bagus, kontras dengan video klip band local yang ada. Kalau mereka bisa terkenal, saya tidak akan kaget! Kreasi mereka dalam menanggulangi pembajakan pun oke! Dengan membagikan CD dan cassette asli dengan harga miring kepada para pedagang asongan yang notabene jualan mereka adalah barang bajakan, jadi tidak ada yang merasa dirugikan. Banyak contoh lain yang dikemukakan, salah satunya DAGADU salah satu brand kaos yang terkenal yang ternyata produknya di bajak oleh banyak pedagang di sepanjang malioboro. Hal itu tidak begitu bermasalah bagi Owner DAGADU sendiri. Karena simbiosis yang mereka lakukan saling menguntungkan.
This the perfect day-lah… saya bisa dapat banyak manfaat dari pengontrolan emosi. Ceritanya sih sebenarnya saya lagi sedih karena beberapa hal. Dan ternyata dengan seharian serius dan sibuk semua itu kayak percuma aja. Kesedihan Cuma sementara doang. Keanehan dan kegilaan bisa tetap goes on…
Tadi pagi aku sempat berpikir dan share ke beberapa teman tentang pertanyaan seperti ini “eh, gimana yah kalau presenter dan wartawan gossip ganti posisi dengan presenter dan wartawan berita TV? Kayaknya seru!” sebenarnya alasan saya ringan saja. Saya lagi kesel dengan berita di TV yang memuat berita tentang korupsiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii… aja! Sebagai wanita nih, saya punya naluri untuk ngomel, tapi kalo lagi timod alias tidak mood, saya Cuma diam dan memendamnya menjadi emosi jiwa yang membara-bara dalam hati.
Lalu saya melihat salah satu infotaiment yang ada di TV, presenter dan wartawannya suka komentar dengan tindakan selebritisnya yang suka overacting. Kadang yang dibicarakan, bisa berupa olokan ringan, juga bisa begitu kasar yang isinya menurut saya tidak baik karena sudah menyangkut privasi orang lain yang walhasil ternyata itu adalah awal gossip.
Jika melihat pembaca berita TV, siapa yang tidak takut melihat wajah dan sikap kaku mereka? Sangat berhati-hati dan takut berkomentar meski pertanyaan mereka cenderung lebih investigative di banding presenter gossip. Dan untuk tidak mencitrakan acara gossip sebagai acara yang ngomongin orang, sepertinya ide mengganti presenter cukup menarik untuk memberi citra baru?! Hehehe… mungkin koruptor lebih pintar ngeles dari pada artis kali ya? makanya butuh presenter yang serem.
Semoga besok banyak hal gila lainnya!
Komentar
Posting Komentar