The end of 21 years old
2 desember 2009
FULL MOON BLUES
Malam ini, langit diluar cerah. Awan tidak begitu banyak menggantung di langit jadi bintang dan cahaya bulan bisa dengan leluasa memancar. Full moon blues, it that really happen now. Hal ini mengingatkan saya pada salah satu film kartun yang saya tonton Waktu kecil. Film kartun tentang dua anak kecil yang bisa terbang, awalnya mereka tidak menyangka mereka bisa terbang tapi setelah seorang peri membawa mereka ke lapangan yang sedikit landai, peri itu berkata "coba angkat kedua tangan kalian ke samping" kedua anak itu pun melakukan apa yang perintahkan oleh peri itu. "hiruplah udara, lalu kalian berlari menuruni bukit sambil mengibaskan tangan kalian di udara" kedua anak itu melakukannya. Meski gagal setelah mencobanya beberapa kali, akhirnya merakapun bisa terbang mengarungi langit malam itu. Kedua anak itu terbang hingga ke angkasa dan sampai di planet-planet menyengkan yang mereka impikan. Mereka tiba di planet cokelat yang di penuhi oleh sungai-sungai cokelat yang nikmat, lalu di sambung ke planet susu dan keju, planet es krim dan lainnya. Dulu, sebagai anak kecil saya sering mengahayal saya bisa terbang seperti dalam film kartun yang saya tonton. Jadi, tiap ke sawah untuk bermain saya tanpa sepengatahuan teman-teman mencoba menutup mata sambil merentangkan kedua tangan ke samping. Saat itu saya memang tidak benar-benar kemana-mana, tapi perasaan "seperti terbang" memang benar-benar dapat di rasakan saat itu. Sama kayak malam ini. Karena sudah lama tidak manjat tembok untuk menikmati malam atau sore hari, tadi saya mencobanya lagi. And, i feel, I fly! (bukan sakau karena nyimeng "nyabu" ya?!).
Itu cerita untuk sepotong malam.
Hari ini, banyak sekali hal-hal yang bisa diceritakan. Mulai dari bangun pagi lebih awal (apakah jam 2 dini hari bisa di sebut pagi) untuk mengerjakan laporan PKL. Tapi karena ada yang ingin saya cari di google, akhirnya saya pun browsing. Beberapa saat saya terpaku oleh cepatnya akses internet di pagi buta sehingga hal itu berhasil menggoda saya untuk nyari file MP3 JUMPRING BAND yang bikin saya penasaran dari siang. Saya penasaran dengan band local selera internationalnya. Saya sendiri tidak paham arti lirik lagunya meski Sudah tiga tahun tinggal di Lombok, saya belum bisa berbahasa sasak.
Browsingpun berlanjut dengan kegiatan men-download yang hasilnya? Modal pulsa 15ribu ludes dalam 3jam. Saya kecewa! Semboyan "murah, hebat, hemat" ternyata Cuma iklan. Faktanya sekarang tarifnya naik. Dan itu pelajaran no 1 untuk awal hari di pagi buta "jangan percaya iklan sebelum di buktikan! Kalo perlu, diteliti sekalian trus terbitin di jurnal international" (hehe.. lebai itu mah).
Tidak ingin berlama-lama larut dalam emosi jiwa. Akhirnya, sayapun kembali ke habitat saya. He, maksudnya saya kembali ngerjain laporan yang emang harus segera di kelarin. Dengan penuh semangat laporan pun saya kerjakan sampai pukul 12 siang. Dengan badan yang sedikit lemes karena tidur hanya 4 jam, siang itu saya berniat akan mengakhiri hidup saya di bumi untuk sementara, kemudian larut ke alam mimpi. Tapi saya kecewa, setelah sejam menutup mata, matapun tidak kunjung memberi sinyal untuk tidur dan terlelap. Dengan berbagai cara saya mencari cara untuk segera tidur karena sorenya saya harus ke kampus untuk pembekalan KKN. Dan rada-rada serem saat saya membuka acara TV, silet menayangkan mengenai kejadian bunuh diri di senanyan city dan di mall grand Indonesia. Alasan salah satu pelaku bunuh diri menurut investigasi polisi, karena punya insomnia akut. Wuh! Ini bukan kabar gembira, dan saya berhasil tidak tidur hingga maghrib, hingga sekarang saat saya menulis catatan ini.
Sudah 3 hari berturut-turut, saya tidak pernah tepat waktu masuk kelas saat pembekalan KKN. Hal ini saya soroti karena "ngapain sih in kamu di rumah? Kenapa selalu telat?" itu yang biasa di tanyakan teman-teman di kampus kalau saya terlambat. But not in this case! Saya sedang membayangkan saya duduk di kelas membosankan dengan materi pembekalan yang tidak menarik. Walhasil, kerjaan yang asik adalah menghayal sambil membuat alur ceritanya. Rasanya begitu nikmat dan mengasikkan.
Meskipun di akhiri dengan banyak cerita menarik, tadi saya sempat ngerasain sepiiiiiiiiiii… banget! Tidak Cuma karena tidak ada yang SMS tapi juga keinginan ingin tidur yang tidak tersalurkan membuat saya sumpek dan uring-uringan. Sepotong hari yang menyenangkan itupun dimulai saat saya memutuskan untuk ikut pembekalan KKN saja. Dan kejutan hari itu adalah mendapat pemateri yang sangat atraktif dan tidak ngebosenin seperti biasanya. Materinya pun menarik karena masih bersinggungan dengan dunia kreatif dan makanan. Hehe…
Sepulang pembekalan, saya berniat ke pantai. Tidak tahan rasanya melihat langit biru, awan putih, dan matahari memancar begitu saja dilangit tanpa di liputi oleh rasa syukur kepada Sang Pemilik Keindahan. Dan hal itu akan sangat menyenangkan jika dilakukan di pantai. And I'll do it! Tapi tidak setelah saya melewati rumah om dan tante. Saya pun akhirnya mampir karena saat saya lewat, mereka ada di depan rumah. Setelah lama ngobrol, tantepun bertanya "ini mau kemana?"
"biasa tante, mau ke pantai. Sumpek di rumah mulu. Pengen refreshing"
"di depan ada orang yang nikahan lho? Kamu bakal nggak bisa lewat selain harus mutar dulu ke utara"
"oh ya?" tanyaku memastikan
"iya, lagian udah sore, mendingan kamu masuk aja ke rumah" ujar tante mengompori. Dan akhirnya akupun mau dan luluh.
Yang membuatku terkesima dan iri itu adalah waktu ngeliat tante ama om sholat maghrib berjamaah (romantisnya??? mengingatkanku pada salah satu adengan di filmnya H. Rhoma. Heh, Terlalu!). ketiga anak mereka udah besar, trus merantau ke daerah lain (sekolah dan kerja) tapi semangat kebersamaan mereka bikin anak muda seperti saya menjadi semakin ngiri saja. Siapa yang nggak mau hidup bahagia dan punya imam yang membimbing di dunia plus akhirat kayak om dan tante? (ngirinya jadi berpangkat-pangkat).
Sepulang dari rumah tante ama om, ada hal asyik yang menyengkan yang memacu adrenalin. Itu adalah…. Derererererengggggggggggggg…. Melewati polisi tidur! Sekarang jalan komplek semakin di banjiri polisi tidur, saya otomatis semakin senang karena akan semakin banyak tempat jumping untuk sepeda. Meski, ujung-ujungnya akan merusak pir sepeda. Dengan melajukan sepeda agak sedikit kencang trus di tambah jalan komplek yang sepi dan berhotmik, wuh??? That amazing moment for my adrenaline.
Beberapa hal menarik yang terjadi hari ini tidak akan pernah usai. Apalagi hari ini mungkin tidur saya akan sangat nyenyak. Apalagi Beberapa saat yang lalu saya baru merasakan nikmatnya jus alpukat yang nggak pernah dinyana kehadirannya hari ini.
Ngomong-ngomong masalah coy-coy-an yang saya pake waktu nulis cerita invasi semut kemaren, hal itu lebih mirip saya sedang ngajarin kedua semut usil itu belajar menjadi anak semut yang manis, kritis, gaul, modern dan memiliki rasa kesemutan. Ehehehe… nggak banget kalo lihat penulisnya sendiri yang jadul dan ketinggalan zaman.
Oh… my Desember… hopely, I can make full moment in this month.
3 desember 2009
NGELINDUR BERMAKNA
Hari ini saya diwarnai ngantuk akut. Walhasil, sebelum ke kampus segelas teh nangkring di tenggorokan ampe masuk dalam lambung. Dan cling!!!! Mata saya pun terang kayak neon 50 watt yang baru di aliri listrik daya tinggi.
setelah itu bukan saatnya untuk besantai, ada kuliah jam 9 yang harus saya ikuti dan kebiasaan mangkir dari jadwal selalu tidak lepas dari saya jadi saya mencoba untuk bergegas menuju kampus tanpa menengok lagi acara TV.
Yang menarik dari hari ini, yang membuat saya sendiri tidak pernah menyangka adalah setiap dosen selalu mengajari falsafah hidup. Entah kenapa? Rasanya sangat kompak banget dengan apa yang sedang saya cari. Contohnya seperti dosen ilmu tanaman tadi. Di sela-sela penjelasannya tentang cara nanam rumput yang baik, beliau ngejelasin sedikit mengenai keadilan yang semakin kurang dan pudar dalam masyarakat. Beliaupun ngambil contoh pada beberapa kasus nggak ada kerjaan yang di urus polisi belakangan ini yang beritanya menghias layar kaca tiap hari dan terus di soroti public dan media. Masalah mencuri cokelat, semangka saja bisa di penjara, koruptor yang nyuri duit banyak Cuma numpang tidur doang di pernjara, sisanya bebas ngelakuin apapun. Asal ada uang. Keadilan yang hanya berlandas hukum yang di tulis di buku tebel aja tanpa melibatkan nurani dan hak asasi? That look like a bulshit things!
Bukannya pada intinya orang kecil melakukan hal yang nggak baik menurut pendapat orang lain hanya karena mereka terdesak ekonomi lalu Nggak ada peluang lagi, Nggak ada tetangga yang peduli lagi (akibat industrialisasi yang mematikan usaha kecil), Nggak ada rasa kasih mengasihi di dalam masyarakat untuk membantu orang lain yang susah lagi?. Miskin menjadi hal yang tabu tapi nyata ada di Indonesia. Miskin hanya di jadikan sumber proyek pengadaan yang ujungnya hanya di politisir untuk politik balas budi saat kampaye. Heh! Oportunis di ajari oleh wakil rakyat dan pemimpin. Wajar, rakyat semakin nelangsa saja.
Keprihatinan yang harus segera di sadari. Sejenak saya jadi berhayal menjadi peternak setamat kuliah nanti. Prospek yang tidak akan merugikan orang lain. Banyak hal dan teknologi yang bisa di terapkan untuk kemakmuran masyarakat dengan mengusahakan peternakan yang lebih intensif dan efisien. Saya menjadi sangat merindukan saat-saat pengabdian ini. Dimana saya tidak hanya akan menerapkan ilmu yang saya dapat dari universitas, tapi membantu orang lain untuk lebih cerdas dalam berusaha dan memanfaatkan sumberdaya untuk kemakmuran masyarakat.
Sama halnya dengan mata kuliah selanjutnya. Di industry pakan, beberapa rahasia untuk control kualitas pakan menyadarkan saya lagi. Hal yang remeh temeh kayak dedak masih bisa di palsukan dengan nyampurin dedak ama sekam yang dihancurin ala dedak. Trus tepung ikan yang di palsukan dengan nyampurin tepung ikan aman terasi yang notabene lebih murah. Parahnya serbuk gergaji sering di pakai dalam pemalsuan itu. Hmmmm… nauzubillah… kalo secara tehnis, dosen saya nyebut hal itu dengan istilah SUBALAN/ADULTERAN yaitu pemalsuan bahan pakan yang di sebabkan oleh keinginan para penjual bahan yang ingin mendapat keuntungan yang lebih. Hal ini terjadi jika permintaan terhadap bahan pakan meningkat. Tapi para pakar tidak dapat di kecoh untuk hal ini. Meski tetap saja ada korban.
Sehabis kuliah sebenarnya sih niatnya pengen pulang saja trus tidur. Tapi tadi saya sejenak perpikir tentang prasangka saya mengenai tidur. Awalnya saya berpikir gini "nggak tidur hari ini akan saya ganti besok saja". Trus saya ingat-ingat lagi dengan sok analisis depan pintu gedung tempat kuliah "tapi tidur yang semalem ya, untuk yang semalem. Bukan untuk mengganti tidur yang kemarin malem yang gara-gara begadang. Gimana ini? Pantas rasanya mengantuk dan mata saya terus protes untuk tidur?". Hehe… hal ini saya certain ke kak yati, dia comment "kamu inih! Itu mah hal sepele. Ngapain di jadikan masalah" lalu, bughk!!! Rasanya ketimpa karung goni isi gabus dan saya ketawa sok seneng padahal mata udah protes-protes. Hasilnya emang jelas, waktu tidur saya, saya curi sendiri. Dan emang nggak akan bisa diganti.
Tapi Alhamdulillahnya, hari ini semua berjalan lancar. Banyak pelajaran yang dapat di ambil hikmahnya. Saya senang. Rasanya semua orang merasakan betapa indahnya Desember ini. Meski banyak tantangan, sejuta hikmah lebih menguatkan dada untuk sabar dan tabah untuk menang memperjuangkan untuk hari yang terbaik. Menang ngelawan keegoisan untuk selalu nggak serius dan main-main. Sepanjang pembekalan KKN pun terasa sangat nyenengin. Pemateri yang sangat lowprofil dengan ngelawak tiap kali ada peserta pembekalan yang telat masuk. Bikin sensasi tersendiri yang bikin ngantuk saya kabur.
Yah! Hari ini, tidur di laboratorium biotek, minum jus tebu di terik sore sambil meminumnya di jalan bareng kak yati waktu berangkat ke kampus untuk pembekalan, rasanya cukup untuk merasakan berpindahnya kutub utara ke kepala saya; ngomelin pengendara bermotor yang nggak disiplin (meski dalam hati) karena tidak peduli dengan pejalan kaki dan pengendara sepeda. Dimata mereka, raja jalanan adalah mereka; becandain kak yati sepanjang sore; nemenin umi di laboratorium sepanjang siang; kuliah ilmu tanaman yang asyik; industry pakan yang membangun; dan setiap kegembiraan dan tantangan saat mengendarai sepeda, Bahkan saat rantai tiba-tiba putus di jalan. Semua adalah kegembiraan yang harus di syukuri.
Alhamdulillah lagi ah.
Desember ini, harus lebih baik! :D
Komentar
Posting Komentar