the end of 21 years old
Funneral Ceremony
4 desember
Hmmm… upacara penguburan emang tidak pernah menyenangkan. Hari ini saya mewek untuk itu. Banyak hal yang saya kubur meski saya sendiri tidak membawa-bawa langit yang mendung sebagai kambing hitam kenapa saya harus melakukan upacara penguburan di sore yang emang jadi gelap karena mendung. Saya pikir mungkin emang Cuma background saja. Kalo dilihat di film-film kan, semua setting di sesuaikan dengan sikon dan alur cerita agar lebih seru dan menegangkan.
“Ngomong-ngomong saya lagi ngomongin apa sih? Kok ada upacara pemakaman segala?”. I feel I lost now. Jadi karena tidak ingin terlalu larut, saya menguburkannya saja agar semuanya tidak mengganggu konsentrasi dan hidup saya lagi. Dan hal ini bukan hal yang menyenangkan untuk dilakukan. (nguburin kucing) ehehehe...
kemaren pas pembekalan KKN ada kisah seru yang diceritan dosen pemateri. beliau bercerita tentang LEBAH. tepatnya tentang bagaimana reproduksi lebah. untuk mendapatkan lebah jantan berkualitas yang akan menjadi mengawini lebah ratu, diadakan uji lari untuk mengetes kemampuan masing-masing pejantan. ratu akan terbang keluar sarang, lebah pejantan yang bisa mengejar ratu lebih cepat, dialah yang akan mengawini ratu. namun yang menarik untuk disimak, ternyata setelah kawin lebah jantan akan mati. subhanallah... dosen saya menggolongkannya sebagai mati syahid! kenapa? karena lebah jantan itu mengorbankan seluruh spermanya untuk produksi ribuan anak lebah yang akan dilahirkan ratu kelak. perjuangan ini yang menyadarkan saya tentang sebuah pengabdian. sungguh sebuah pelajaran yang tidak bisa disepelekan.
Hari ini, saya bercerita sedikit saja. Dan hanya sampai disini. Sedih masih menutupi kemampuan menulis saya. Jadi kalau terlalu panjang, malah akan membuat saya terus sedih dan mengingat-ingat (tapi ini bukan patah hati. I just lost)
Desember untuk hari ini Kelabu. Moga Cuma hari ini saja.

Komentar
Posting Komentar