the end of 21 years old
5 Desember 2009
Kuliah, pembekalan KKN, Hujan, bocor dan tidak ada Ojek (Hanya sepeda)
Kurang 26 hari sebelum 31 desember. Belum ada rencanya pasti apa target yang akan saya capai sebulan ini. Tahun lalu saya ingin dapat IP 4.0 untuk memberikan tantangan tersendiri dalam prestasi belajar. Tapi target itu meleset! Saya mendapat IP kurang dari yang saya targetkan. Tulisan untuk menantang diri saya sendiri masih tertempel di dinding. Tulisannya begini “pertanyaan gue: ‘bisa ga gue dapet IP 4 semester ini??? (semester 6). NB: masa sih bisa? Lu kan pengecut kelas hiu?!” nada tulisannya sangat kasar. Mungkin wujud dari rasa pesimistis karena waktu itu rasa percaya diri untuk show up dan berkerja maksimal tidak dapat saya atur dengan baik. Sehingga kata kasar yang tidak pernah saya ucapkanpun keluar. Hal itu karena banyak kegagalan yang saya alami. Percaya akan kemampuan diri menjadi hilang sehingga, proses peng-kambing-hitam-an pun membuat saya benar-benar yakin saya memang tidak semampu itu.
Saat ini, tulisan itu emang masih tertempel. Bahkah kemarin tulisan itu sempat pudar karena dimakan debu dan kertas yang Aus karena adanya gaya entropi (terlalu ilmiah kali!!!) saya tulis lagi agar dapat terlihat dan dibaca dengan jelas. Saya bahkan mengganti warna tulisannya menjadi merah menyala agar mata tertarik membacanya. Kakak saya pun pernah mengomentari hal ini, tentang sikap pesimis yang tidak patut dirawat.
Saya akan menggantinya dibulan ini! Paling tidak, sebelum keluar Universitas saya sudah merasakan nikmatnya mendapat IP 4.0. hal ini bisa menjadi cambuk untuk lebih baik dan konsen waktu belajar. Semoga saya bisa mengejarnya! Apalagi tinggal hitungan minggu tepatnya akhir desember, UAS akan di adain. Banyak PR untuk mewujudkan mimpi ini.
Untuk hari ini sendiri, banyak jadwal kuliah yang tidak pernah di duga-duga. Dari jam 7 pagi sampai jam 12.30 siang yang normalnya hanya di mulai jam 09.00 – 12.30 wita, ada penggantian waktu untuk mata kuliah Biokimia Dasar dan diganti hari ini jam 7 tadi pagi. lalu lanjut pukul 14.30 wita untuk pembekalan KKN sampai 17.30 wita yang biasanya dimulai pukul 16.00 sampai 17.30, hal inipun terjadi karena dosen yang akan masuk hari senin tidak bisa mengisi waktu pembekalan karena akan berangkat ke luar kota untuk seminar sehingga jadwalnya dimajukan. semua FULL!!! Meski seperti hari biasa, saya selalu dipusingkan dengan tabrakan mata kuliah Pemuliaan dasar dengan Toksikologi pakan. Untukngnya, meski dosen Pemuliaan dasar tidak masuk saya bisa masuk kuliah toksikologi pakan. Meski tak akan selamanya seperti itu.
Saat pembekalan, tak dinyana tanda akan turunnya hujan deras mulai saya baca sehingga membuat cemas. Walhasil, benar! Meski saya pulang dengan segera, Saya kehujanan juga. Niat untuk tidak jadi ke warnet pun terasa sangat tepat karena kamar saya di pojok sayap kiri belakang bocor lagi karena hujan deras yang turun. Celana belel butut saya pun jadi korban untuk kain pel. Hal itu terpaksa dilakukan karena kain pel CS sudah habis basah akibat hujan kemarin.
Basah kuyup pun jadi tidak saya pedulikan, fokus utama saat saya sampai rumah adalah menyelamatkan buku di atas meja yang letakknya emang tepat dibawah tempat yang bocor. Syukurnya, saya sampai tepat waktu meski di jalan rantai sepeda saya sempat lepas dan saya terpaksa berhenti untuk membetulkannya dulu akibat ngebut di jalan.
Sebenarnya, saya sendiri takut dengan suasana sebelum hujan benar-benar turun. Saya takut angin, petir, dan awan yang gelap. Reaksi alami yang biasa timbul adalah sembunyi dan selimutan di kamar.
Untuk pembekalan KKN sendiri, dosen pertama yang ngasih materi tentang falsafah dan tujuan KKN sangat menghibur dan komunikatif. Mungkin dia tahu, di siang bolong tidak mungkin memberi materi dengan serius tanpa ada intermezo di sela pemberian materi. Semua peserta pembekalan bisa mengawang ke alam mimpi jika itu terjadi.
Hmmmm… sampai saat saya menulis ini, hujannya belum reda juga. Sekarang bahkan lebih parah. Yang bocor nambah satu lagi di dekat jendela. Hmm, kembali jeans belel saya jadi korban lagi. Menulis sambil mengepel lantai yang bocor. hal ini jadi lebih merepotkan karena yang bocor itu di bagian tepi kamar. Tepatnya di sisi langit-langit. Jadi ember tidak bisa menampung air yang turun karena air yang jatuh letaknya di tepi. Air yang jatuh pun, agar tidak merembet sampai kasur harus segera saya pel. Parahnya, tragedi kebocoran di rumah saya sangat limited edition. Hanya terjadi di kamar saya. Semoga pertanda baik. He, kayak bakal ada yang ngasih uang segepok atau liburan keliling Indonesia gratis mungkin? Hmm… ngayal lagi!
Ngomongin KKN aja ah! Meratapi nasib benar-benar tiada guna.
Hari ini masuk pada materi ke sepuluh. Sisa materinya tinggal hari selasa. Sebelum tanggal 8 ujian pembekalan dan tanggal 21 pencabutan lot untuk menentukan lokasi KKN. Ngomong-ngomong, saya jadi penasaran dengan yang namanya KKN ini. Soalnya gini, akan ada banyak share ilmu dari mahasiswa ke masyarakat. Bagaimana teknis dan implementasinya menjadi tantangan mahasiswa untuk dapat berbaur dalam masyarakat. Hal ini menjadi langkah awal untuk terjun ke masyarakat saat lulus kelak. Bukan hal yang mudah kalau para peserta KKN hanya berpangku tangan mengandalkan uang yang ada pada orang tua. Hal ini akan menguji kemandirian. Dimana mahasiswa harus mampu berbaur dan menjadi agen perubahan serta pencerah di lingkungan masyarakat. Momentum seperti ini memang tidak bisa di buang begitu saja. Bahkan menurut saya, hal ini akan menjadi petualangan baru untuk pelajaran dan wawasan baru.
Materi pembekalan beberapa hari ini membuat saya mantap dan penasaran. KKN adalah uji kemampuan komunikasi dan penerapan ilmu yang dimiliki. Jadi, hal ini menjadi sangat saya nantikan.
Semoga Desember esok hari, matahari yang cerah mewarnai hari dan langit. Dan saya bisa mengisi desember ini dengan penuh arti dan dedikasi.
NB:
Dari mata kuliah toksikologi pakan tentang bahaya merokok (meski ternak nggak pernah merokok)
Saat batang-demi-batang rokok masuk dalam tubuh, nikotin akan tertimbun dalam tubuh, akan mengendap dan mengganggu aktivitas di dalamnya. Yang dalam hal ini, nikotin yang di dalamnya mengandung bahan-bahan berbahaya yang merupakan senyawa antinutrisi yang akan menyumbat peredaran darah. Sebenarnya dalam tubuh, Hati sebagai salah satu pencerna bahan makanan dapat mencerna nikotin ini, namun hal ini tidak akan selamanya terjadi jika kadar kandungan bahan tersebut banyak dalam tubuh. Zat toksin ini akan mulai menyebabkan komplikasi saat sedikit-demi-sedikit kemampuan system syaraf pusat (hipofisis) di rusak. Sehingga besar kemungkinan untuk meninggal lebih cepat akibat serangan jantung dal lainnya lebih tinggi.

Komentar
Posting Komentar