Selasa yang tidak terduga
12 desember 2009
Alhamdulillah… senangnya bisa update lagi. Banyak hal yang terjadi beberapa hari ini yang ingin saya ceritakan. Terutama masalah demo di kampus. Kadang kritis sangat perlu. Namun kalo mengkritik pada sesuatu yang tidak perlu dimasalahkan, hal itu rasanya percuma dan konyol. Dan hal itu terjadi waktu demo hari selasa kemarin. Yang menuntut untuk kebebasan berorganisasi di kampus. Sebenarnya hal ini terjadi saat fasilitas dan kenyamanan kampus hanya di jadikan pajangan dan memiliki garansi khusus dari PD-2 yang belakangan ini terkesan sedikit pelit pada mahasiswa yang meminjam sarana dan prasarana kampus untuk berkegiatan. Hal ini memicu reaksi keras dari semua organisasi intra fakultas peternakan. Walhasil, demo tanggal 8 desember kemarin mengundang reaksi banyak kalangan di kampus dan menjadi buah bibir serta bahan ejekan saat perkuliahan berlangsung. Yang menurut saya mencoreng nama fakultas tercinta.
Namun, saya menyayangkan beberapa hal terhadap demo tersebut. Saya sadar, selama ini saya belum pernah melakukan demonstrasi untuk menuntut hak kecuali menuntut pemerataan uang jajan pada bapak. Namun, saat isu-isu sepele yang tidak mendasar di angkat ke permukaan, hal itu menjadi kebodohan dan kekonyolah yang besar. saya menyayangkan tindakan teman-teman yang mengangkat terlalu banyak isu demo sehingga tidak focus pada tututan dan isu utama yang di angkat. Padahal masalah utamanya hanyalah kurangnya apresiasi kampus belakangan ini dalam mendukung kegiatan ekstrakurikuler. Salah satu yang masalah yang tidak penting itu adalah masalah perpustakaan yang kurang lengkap. Padahal masalah ini bulshit adanya. Untuk region nusa tenggara sendiri, perpustakaan fakultas peternakan adalah yang terlengkap mengoleksi buku-buku tentang peternakan. Pengisian daftar hadir yang kurang pun membuat aspirasi untuk penambahan koleksi menjadi lama, karena apresiasi mahasiswa fakultas peternakan sendiri yang rendah dan tak paham manfaat dari pengisian daftar hadir tersebut. Ironisnya, teman-teman yang demo sendirilah yang jarang menulis daftar hadir di perpustakaan. Bahkan, jarang masuk ke perpustakaan.
Sebenarnya, isu yang penting untuk di kampus sendiri adalah peningkatan fasilitas e-learning dengan memasang hotspot atau wi-fi di kampus; berlangganan jurnal ilmiah gratis seperti yang ada pada kampus di lain; Penggunaan lab computer yang tidak boleh di komersialisasikan lagi; peningkatan alat-alat laboratorium nutrisi dan IPT; Pemanfaatan laboratorium TPHT dengan lebih maksimal agar alat yang dibeli tidak tidur begitu saja di laboratorium. Dan pembukaan peluang penelitian untuk bioteknologi dan mikrobiologi. Yeah, karena fakultas peternakan mempunyai fasilitasnya sehingga hal itu tidak dapat di pungkiri lagi.
Salah satu yang menarik adalah, tuntutan mahasiswa untuk menaikkan akreditasi kampus yang C menjadi A. hal ini terdengar seperti mimpi di siang bolong saat melihat wujud sumbangsih mahasiswa yang kurang dalam menunjang hal ini. Ironi tetap mengalir begitu saja sejalan dengan kritisasi yang meningkat tanpa adanya pengkajian dan introspeksi diri pada teman-teman mahasiswa. Seharusnya, dengan semakin kritisnya mahasiswa sebagai agen perubahan, pencerahan itu akan semakin terang benderang dan terbuka. Bukan semakin tersesat dan merasa diri di atas dan dapat mengontrol yang lain dengan bebas sesuai dengan keinginan. Menggunakan akal sehat saat ingin mengkritik orang lain adalah lebih istimewa dan bermartabat bagi mahasiswa penerus bangsa.
Ujian pembekalan
Sore tadi saya telah menjalani ujian pembekalan KKN. Sekarang adalah menyiapkan diri untuk terjun dan belajar langsung ke dalam kehidupan bermasyarakat. Saya akan sangat merindukan saat-saat ini. Dan tanggal 21-22 desember akan pencabutan lot untuk menentukan lokasi KKN. Semoga saya mendapat yang terbaik. Amin.
Sepeda saya
Kondisinya semakin buruk. Sekarang saya kesulitan untuk melewati tanjakan. Untuk melewatinya, saya harus mengayuh sepeda dengan perlahan, hal ini membuatnya susah naik dan berat saat memutarnya. Semoga saya dapat segera membawanya ke bengkel. Amin.
The road for getting 4.0 prestation index.
Saya akan mendapatkannya semester ini. Belajar yang giat dengan semangat membara adalah kuncinya. Saya harus banyak membaca dan rajin kuliah. Pengecualian untuk sering telat. Hehe… saya pasti bisa mendapatkannya!
Keep on write
Saya menyimpan salah satu pesan singkat dari salah seorang teman yang mengungkapkan bahwa saya sanggup, saya bisa, saya dapat menulis dengan baik. Hal ini harus di jaga dan dipertahankan. Semoga ini menjadi awal untuk berbakti pada kehidupan yang telah ALLAH SWT rahmatkan kepada saya. Agar saya sadar dan mengerti bahwa hidup ini hanya sementara dan harus di isi dengan sebaik-baiknya.
Saya ingin ke pantai
Sudah lama tidak melihat birunya, awan yang berarak di langit, desir pasir dan deburan ombak yang menenangkan. Subhanallah… lailailallah…
Laporan PKL
Serang sudah kelar 60-70% dengan mengedit dan menambah di beberapa bagian. Harapan saya, pak dilaga dapat segera pulang sehingga saya dapat segera mengurus laporan dan ujian PKL. Saya sangat ingin desember ini menjadi sangat bermakna dan sarat hikmah. Begitu banyak cobaan dan tantangan yang saya hadapi. Melawannya dengan sabar dan ikhlas adalah kunci ketenangan untuk meraih semuanya dengan lebih baik.
Seharian ini, baru beberapa waktu yang lalu saja saya makan nasi. Rasanya susah untuk makan teratur belakangan ini. Perut saya rasanya amburadul saat nasi tidak kunjung mengisinya. This the long weekend. I've tired. Hopely, tomorrow will be a nice and meaningfull. And I finnish my report.
Akhirnya…
Semoga desember ini menyenangkan dan semua target saya dapat terpenuhi. Amin ya robblal alamin….
Komentar
Posting Komentar