sudah seminggu sejak dari tempatnya umi di lombok timur. sekarang dia sendiri udah nyusul suaminya ke surabaya hari sabtu yg lalu. tentu saja saya gembira saat mendengar kabar dia sudah sampai di rumahnya dengan selamat. banyak hal yang saya dapat dari perjalanan singkat itu. meski sedikit menyita waktu disaat saya harus menyelesaikan tugas skripsi tapi bertemu dengan sahabat yang selalu mendukung disaat suka dan duka menjadi obat tersendiri saat semangat mulai menurun karena letih. dan yang nggak pernah saya sangka sebelumnya, umi ternyata punya rumah yang bagus. traditional sasaknya begitu kental. kontan saja saya segera betah begitu tiba di sana. meski telah melewati perjalanan yg cukup jauh, hal itu bisa jadi obat manjur untuk menghilangkan kepenatan.
 |
| Ciri khas rumah suku sasak adalah lokasi gazebo/brugak (dalam bahasa sasak) di halaman rumah. biasanya beratap genteng atau rumbia seperti ini. |
 |
| Bentuk rumahnya sendiri memanjang seperi ini. dengan dinding dari tulang bambu dan lantai tanah. tapi untuk rumah teman saya ini, lantainnya sudah menggunakan semen |
 |
| Brugak. biasanya digunakan masyarakat sasak sebagai tempat santai untuk sekedar tidur siang sambil menikmati segelas kopi, menerima tamu, dan kegiatan kemasyarakatan lainnya. bentuknya pun beragam. bentuk seperti ini sudah di padukan dengan lumbung padi. |
sebelum umi sampai ke rumah karena harus mengantar bayinya ke posyandu, saya dan teman seperjalanan ngobrol dengan bapaknya. meski hari itu udara cukup panas, sepoi angin di sela ranting-ranting kering cukup menghibur di siang itu. banyak hal yang bapaknya umi ceritakan siang itu. dari harapan-harapannya sewaktu umi masih kuliah, sampai perjuangan beliau untuk menyekolahkan umi. yah, dan sampai ikhtiar dan ikhlasnya beliau. hal yang banyak menggugah dan membuat saya terhenyak kalau sudah banyak hal yang saya buang selama ini. kepercayaan orang tua yang besar buat anaknya. suatu kebanggaan dari orang tua adalah melihat anaknya menjadi sarjana. hal yang selama ini saya anggap klise adalah hal yang benar-benar membuat saya merasa saya berdosa pada orang tua saya sendiri.
yah, saatnya bangkit dan membanggakan orang tua tentu saja.
kejutan lain adalah...
 |
| blue... blue... sky... |
 |
| Ready for advanture? |
 |
| Going alone, and hide from the crowd |
 |
| sky is blue, and cloud always became white above it |
 |
| berpikir untuk lebih menikmati kehidupan, bukan melawannya |
yah, semua terasa tenang dan damai saat melihat langit dan awan. apalagi tanah lapang. saya selalu merasa membutuhkannya saat pikiran-pikiran mulai menekan saya :D
see you to next post ;)
Komentar
Posting Komentar