Refleksi Wajah Kebebasan Manusia

Menyikapi kebebasan. Bebas yang seperti burung. Mereka leluasa pergi kemanapun yang mereka inginkan. Dan mereka tahu arah untuk kembali pulang ke sarang. Seperti setiap tahun mereka akan dibangunkan oleh bisikan alam untuk bermigrasi ke tempat yang cocok untuk beranak pinak. Bagaimanapun arah anginnya mereka tetap bisa mengetahui arah yang benar dan kembali ke tempat yang sama tiap tahun.

Atau seperti semut. Mereka buta. Tapi masih sanggup mencari makanan dan melawan manusia yang tidak sengaja menginjak sarangnya dengan gigitan.

Dan mereka tahu apa yang mereka lakukan. Meski tidak memiliki otak sesempurna manusia, insting alami membuat mereka lestari.

Bagaimana dengan manusia? punya insting, otak, hati dan perasaan. Sudahkan manusia memanfaatkannya dengan baik? menjadi pemimpin bagi burung dan semut serta binatang lainnya. Bahkan pemimpin bagi manusia lain. Ah, tapi mengapa masih saja ada berita beberapa hewan yang mengalami kepunahan karena tabrakan kepentingan dengan manusia?. Masih pula terdengar berita pembunuhan, peperangan yang tidak beralasan, genosida, kelaparan, kemiskinan yang disebabkan oleh gesekan kepentingan antara orang yang lebih kaya dan tidak peduli terhadap hidup manusia yang lain yang tidak berdaya.

Sudahkah kita menjadi mahluk tingkat tinggi itu? yang mempunyai hati dan pikiran. atau mungkin kita hanyalah buldozer penghancur. Kuat, angkuh, mekanis, dan robot bagi nafsu kita masing-masing.

Wallahualam...

Komentar

Postingan Populer