 |
| Arahnya, dari airlangga tembus udayana dan belok dari bundaran bekas bandara selaparang |
 |
| View bukit yang bisa dinikmati di sepanjang jalan di desa medas. asri dan menyanangkan :D |
 |
| Arah jalan menuju rumah pak Muhali. kalo pas golden moment, mungkin pemandangannya akan lebih asik lagi :D |
 |
| Mendung di atas bukitnya. waktu ke sana, suhu udara lagi panas-panasnya. meski penguapan tinggi yang menyebabkan banyak awan yang terbentuk, tapi tidak sampai menimbulkan hujan. cuma mendung yang membuat suasanana sedikit murung :D |
 |
| Dan, taraaaaaaaaaaaaaaaa!!! ini dia yang namanya bapak Muhali. seorang petani-peternak jenius menurut saya. dan, sepertinya orang lainpun akan menyetujuinya jika sudah mengenal sosok beliau yang ramah dan tidak pernah pelit ilmu ;) |
 |
| Kalau ini namanya pak Mursan. belian mantan kepala dinas peternakan provinsi. sosok beliau humble banget. saya sendiri seperti orang yang kehausan pengen ngorek-ngorek ilmu yang beliau miliki |
 |
| Takayuki Kun. Mahasiswa S2 dari jepang yang meneliti tentang produksi biogas dari reaktor sederhana milik pak Muhali |
 |
| Takayuki dan Pak Muhali yang sedang menyiapkan alat untuk mengukur kapasitas produksi biogas. Kesan saya saat itu, meski Takayuki dibuat pusing dengan keterbatasan alat, ilmunya dia bener-bener di uji buat alat alternatif yang punya nilai ukur yang sama seperti alat yang biasa dipakai. |
 |
| Takayuki yang ternyata penggemar kopi pekat dan pahit ala indonesia sedang menikmati kopinya. Ternyata, dia pernah jadi relawan waktu tsunami di aceh tahun 2004. Jadi bahasa indonesianya cukup lancar meski terdengar lucu. |
 |
| Pengukuran pipa paralon yang nantinya akan diisi air. intinya, alat yg akan digunakan nanti menerapkan hukum-hukum pascal tentang berat jenis air dan udara |
 |
| Biasanya, saat sedang ngobrol dengan Pak Mursan, Pak Muhali dan Taka-san, Sophie selalu jadi perhatian menarik saat obrolan berlangsung. yah, anak kecil selalu membuat orang-orang bahagia :D |
Medas adalah salah satu desa di Gunungsari yang jadi salah satu kecamatan untuk wilayah Lombok barat. Letaknya tidak terlalu Jauh dari Kota mataram. Saya sendiri hanya butuh waktu 30 menit untuk sampai di sana dengan sepeda.
Sudah hampir 3 bulan ini saya belum ke medas lagi. Penelitian dan skripsi membuat saya mengurungkan niat untuk ke sana. Banyak hal yang bisa dikerjakan di sana. mulai dari melihat sophie sampai menimba ilmu menjadi pribadi sederhana dan menyenangkan seperti pak muhali. harapannya, semoga skripsi ini cepat selesai. Saya sudah sangat merindukan tempat-tempat yang selalu menawari saya banyak ilmu :D
Komentar
Posting Komentar