Kebun rahasia
Sekarang, tidak ada kata-kata lagi
Aku hanya bisa diam menggigil di sini
Membiarkanmu berlalu bersama puing yang kau hancurkan
sendiri
Terkadang aku bingung dengan ini
Kau membuatku berlajar untuk mencintai angin ribut
Tersenyum di tengah awan mendung
Dan bahagia saat dingin hampir membuat tulangku kaku
Aku tidak akan mencari tau siapa dirimu
Karena kau adalah dirimu saat ada di depanku
Aku tau kau takkan berbohong padaku
Meski kenyataan yang kau sodorkan adalah pedang yang akan
memangkas kepalaku
Aku tidak pernah merasa duniaku berantakan karena ini
Aku hanya terkesima saat menyadari apa yang harus aku hadapi
saat berada ditengah duniamu
Gelap
Dingin
Lembab
Kaku
Kenyataan yang seperti tersamar
Pohon-pohon seperti dinding yang menembus langit
Dan aku terus menjadi pengembara lapar yang tersesat di
dalammu
Kadang aku berpikir tidak akan ada matahari yang menembus
lantai paling dasar di sini
Kau menyusun dan menembok dirimu begitu kokoh hingga
matahari menjadi tersamar di atas sana
Kenyataan awal bahwa aku sadar akan kesasar di sini
sebelumnya saat langkah awal aku menjejak di sini menemui kenyataannya.
Tapi aku kesasar bukan karena takut menjadi dingin dan mati
pucat karena membeku
Aku mulai menyukai dan mencintai dinamikamu
Meski terkadang, ini melawan rasioku.
Aku mulai menyadari bahwa aku salah karena mencoba memanjat
tembokmu yang menembus langit
Hingga kau marah seperti ini
Pergi meninggalkan tempat ini dengan ruhmu
Meninggalkanku dalam reruntuhan kebun ini
Menyisakan bekas kemarahan besarmu di sini
Harusnya aku menyadari semuanya
Bahwa aku Cuma pengembara
Dan kau adalah sebuah belantara misteri
Yang sudah kau jaga dengan cukup baik
Meski aku sangat yakin kita punya pertalian di sini
Maafkan aku…
Kalau pada langkah awal aku pernah berpikir akan
menghadirkan cahaya dan menyingkap kabut di sini.
Dan aku akan menuruti apa yang kau mau.
Meneruskan pengembaraan ini
Dan meninggalkanmu dengan misteri yang kau simpan.
14
maret 2012

Prosa ini sedih sekali... :'(
BalasHapus