Resah [part 1]

Seperti angin yang ditolak tembok
terpental dan berpusing tak tentu arah
meski tidak ada pilihan untuk berlari
karena semua sebenarnya harus dihadapi
kadang, matahari siang pun terasa tidak cukup
gudang harapanku membusuk begitu saja
membuatku kelaparan akan harapan
suatu waktu,
sering kutemui jejak-jejak masa lalu membayang di jendela belakang rumah dari keinginanku
tapi wujud fatamorgananya membuatku meragu untuk yakin mengejarnya
aku hanya seperti anak gembala yang duduk di bawah pohon
hanya menunggu sore untuk membawa ternak kembali pulang
padahal lenguhan kerbau mengabarkan kelaparan pada sisi lain perutnya
saat rumput hijau tidak lagi menjadi pemenuh utama proses pencernaan
kerbau tentu butuh air
dan anak gembala seharusnya mengetahui itu
bukan hanya menunggu kerbau memamah biak sendiri seharian di tengah padang
menjadi pemuja aktivitas yang menjadi rutinitas semu.

19 maret 2012

Komentar

Postingan Populer