Resah [Part 2]
kesadaranku digedor-gedor ketakutan
ditahan oleh kecemasan akan apa yang terpatri
tentu aku tidak bisa menahan waktu untuk tidak menggilasku di tengah jalan
seperti burung yang ditahan tembok untuk terbang
angan-angan selalu dibatasi realitas
waktu menjadi hal yang mungkin
yang harus dilakukan adalah menjadi signifikan pada menit dan detik yang berlalu
hanya itu cara mengabadikan waktu
mencatatnya sebagai sejarah dalam hidup
kesadaran ini membuatku menyadari kekonyolan-kekonyolan yang kulakukan dimasa lalu
betapa waktu merabaiku dengan siang dan malam
sedang diriku terpuruk dalam ruang segi empat
dan mendapati fakta maya kalau aku sendiri terjebak dalam mikro kotak segi empat yang lain
hal ini harus menjadi tambang untukku
untuk kembali memanjat harapan-harapan
yang hampir berlalu karena waktu yang tidak akan pernah berhenti
sisi tergelap anak manusia adalah saat terpuruk pada apa yang dia pikirkan
ketakutan-ketakutan yang menjalarinya
kecemasan akan masa depan
desakan-desakan rasa cinta yang membuncah
membentuk relikui yang tidak bisa dihindari seorang anak manusia
saat semuanya mewujud pada satu waktu
perasaan yang campur aduk
terpuruk pada dasar kekecewaan
mengisi sisi gelap waktu dengan ketakutan
aku tidak bisa bertanya sampai kapan hal ini akan mencengkeramku
rasanya setan terus bergelantungan dipundakku
mengisi otakku dengan rekaman-rekaman masa lalu
memunculkan penyesalan mendalam pada naluri
menghilangkan akal sehat untuk segera membunuh waktu yang membuatku membusuk di dasar.
oh, ALLAH...
hamba hanya punya keyakinan akan engkau
bahwa semua ini terjadi bukan tanpa hikmah
engkau pasti menyelipkan hal besar agar rasa luka yang hamba rasakan sekarang bisa berbekas dan menjadi penanda yang jitu saat hamba terpuruk lagi kelak saat menjejak cita dan impian hamba
meski sekarang adalah point yang akan membangun gedung harapan itu
harapan yang akan menemui kenyataannya kelak
hamba hanya memohon perlindungan dan kekuatan
semoga kaki ini kuat menjalani kenyataan-kenyataannya
ya, Allah Yang Maha Memiliki Hidup...
20 Maret 2012
ditahan oleh kecemasan akan apa yang terpatri
tentu aku tidak bisa menahan waktu untuk tidak menggilasku di tengah jalan
seperti burung yang ditahan tembok untuk terbang
angan-angan selalu dibatasi realitas
waktu menjadi hal yang mungkin
yang harus dilakukan adalah menjadi signifikan pada menit dan detik yang berlalu
hanya itu cara mengabadikan waktu
mencatatnya sebagai sejarah dalam hidup
kesadaran ini membuatku menyadari kekonyolan-kekonyolan yang kulakukan dimasa lalu
betapa waktu merabaiku dengan siang dan malam
sedang diriku terpuruk dalam ruang segi empat
dan mendapati fakta maya kalau aku sendiri terjebak dalam mikro kotak segi empat yang lain
hal ini harus menjadi tambang untukku
untuk kembali memanjat harapan-harapan
yang hampir berlalu karena waktu yang tidak akan pernah berhenti
sisi tergelap anak manusia adalah saat terpuruk pada apa yang dia pikirkan
ketakutan-ketakutan yang menjalarinya
kecemasan akan masa depan
desakan-desakan rasa cinta yang membuncah
membentuk relikui yang tidak bisa dihindari seorang anak manusia
saat semuanya mewujud pada satu waktu
perasaan yang campur aduk
terpuruk pada dasar kekecewaan
mengisi sisi gelap waktu dengan ketakutan
aku tidak bisa bertanya sampai kapan hal ini akan mencengkeramku
rasanya setan terus bergelantungan dipundakku
mengisi otakku dengan rekaman-rekaman masa lalu
memunculkan penyesalan mendalam pada naluri
menghilangkan akal sehat untuk segera membunuh waktu yang membuatku membusuk di dasar.
oh, ALLAH...
hamba hanya punya keyakinan akan engkau
bahwa semua ini terjadi bukan tanpa hikmah
engkau pasti menyelipkan hal besar agar rasa luka yang hamba rasakan sekarang bisa berbekas dan menjadi penanda yang jitu saat hamba terpuruk lagi kelak saat menjejak cita dan impian hamba
meski sekarang adalah point yang akan membangun gedung harapan itu
harapan yang akan menemui kenyataannya kelak
hamba hanya memohon perlindungan dan kekuatan
semoga kaki ini kuat menjalani kenyataan-kenyataannya
ya, Allah Yang Maha Memiliki Hidup...
20 Maret 2012
Komentar
Posting Komentar