Once Upon a time: Enjoying the Ogoh-ogoh parade
Siang itu, matahari menyengat karena tiba-tiba berasa punya cabang dimana-mana, teman saya mengirim pesan ajakan buat nonton acara ini. Saat itu, saya langsung meng-iyakan mengingat saya sendiri hampir karatan karena terkurung dengan buku dan layar laptop di kamar selama berbulan-bulan untuk mengerjakan skripsi. walhasil, saya dengan bangga mempersembahkan foto-foto aneh yang saya ambil waktu pawai di adain :D
btw, menurut wikipedia indonesia, Ogoh-ogoh adalah karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Dalam ajaran Hindu Dharma, Bhuta Kala merepresentasikan kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan.
Dalam perwujudan patung yang dimaksud, Bhuta Kala digambarkan sebagai sosok yang besar dan menakutkan; biasanya dalam wujud Rakshasa.
Dalam fungsi utamanya, Ogoh-ogoh sebagai representasi Bhuta Kala, dibuat menjelang Hari Nyepi dan diarak beramai-ramai keliling desa pada senja hari Pangrupukan, sehari sebelum Hari Nyepi.
Menurut para cendekiawan dan praktisi Hindu Dharma, proses ini melambangkan keinsyafan manusia akan kekuatan alam semesta dan waktu yang maha dashyat. Kekuatan tersebut meliputi kekuatan Bhuana Agung (alam raya) dan Bhuana Alit (diri manusia). Dalam pandangan Tattwa (filsafat), kekuatan ini dapat mengantarkan makhluk hidup, khususnya manusia dan seluruh dunia menuju kebahagiaan atau kehancuran. Semua ini tergantung pada niat luhur manusia, sebagai makhluk Tuhan yang paling mulia dalam menjaga dirinya sendiri dan seisi dunia.
I'm Proudly present ceritanyah :D
dari mata manusia gua. mahasiswa purba yang keluar dari kesempitan kamar. :D











































Komentar
Posting Komentar