Obrolan sore: Tukang Sol Sepatu di Simpangan Kota tua

"mbak, ayo mampir" begitu sapa bapak paruh baya yang melihat saya menenteng sepeda sambil mengamati pekerja bangunan di seberang jalan.

panas siang menjelang sore membuat saya berpikir untuk mampir dan mengobrol kecil dengan bapak yang sesekali sibuk dengan jahitan sepatunya. "sibuk pak?" tanya saya mencoba membuka pembicaraan kecil.

"ya begini-begini aja mbak.. ngomong-ngomong mbak mau kemana?" tanya si bapak menyelidik.

"cuma mau foto-foto aja pak.. " jawab saya. lalu obrolanpun berlanjut seputar pendidikan yang sedang saya tempuh. si bapak pun menceritakan seputar keponakannya yang lulusan D3 yang mencoba melamar pekerjaan di suatu bank swasta tapi ditolak karena tingkat kesarjanaan yang dibutuhkan hanya untuk strata satu. ada nada kecewa dalam suaranya. tapi optimistis nampak di sela tancapan jarum di tiap jahitan sepatu.

"ngomong-ngomong, suara burung di sini besar juga ya pak?" tanya saya sambil mengamati bagunan yang di cat putih tepat di tengah simpangan jalan.

"wah, itu kaset mbak.." saya tersontak kaget. "bangunan itu masih baru, jadi perlu di putari kaset biar walet dan sritinya datang." bapak itupun menjelaskan panjang lebar mengenai cat baru yang ada sekarang salah satu faktor penghambat mengapa sriti dan walet belum ada yang membuat sarang dalam bangunan itu. "harusnya tembok itu hanya di plaster biasa aja mbak.. seperti bangunan yang ada di seberang itu" ucapnya sambil menunjuk ke arah bangunan bertingkat di seberang jalan "sriti dan walet lebih suka sarang yang alami dan jauh dari polusi" saya sendiri di buat manggut-manggut. masalah sriti dan walet seharusnya saya kuasai karena salah satu bagian dari peternakan. yah, mungkin karena terlalu banyak bergaul dengan kambing dan sapi :D

masih dengan obrolan ringan lain, bapak tukang sol pun terus melanjutkan jahitan sepatunya. "kalo sepasang dihargai berapa pak?"

"5 ribu aja mbak" jawabnya. pertanyaan random terlalu banyak saya ajukan sore itu untuk mengisi senggang sambil menikmati suasana sore. saya pun tidak lupa mengamati detail-detail menyentuh dari pekerjaan yang beliau lakukan. mulai dari tumpukan tas yang harus segera di jahit.sampai susunan sepatu di atas meja yang menunggu tuannya.

tanpa alas kaki sambil ditemani segelas kopi dan sebotol air mineral. menjadi bagian yang penting untuk menemati aktivitas. menemui pelanggan sambil berdialog kecil.

dengan sangat teliti, beliau menjahit sepatu demi sepatu. fokus dan konsentrasi akan menjaga kualitas jahitan.

ah, kaki yang selalu membuat orang berpindah tempat. dan beliaupun membantu melindungi banyak alas kaki dari kerusakan. seperti klinik sepatu :D

...dan sore itupun saya pamit untuk meneruskan perjalanan. tukang sol sepatu yang menyenangkan :D

Komentar

  1. asik ya mbak, menghabiskan sore hari dengan jalan2 dan sedikit obrolan. hahah.. saya suka melakukan hal itu. ckckc

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer