Hi Gaza, Saya kehabisan kata-kata
Saya ingin meratap tapi apalah artinya bagi kalian kalau teriakan ini hanya menggaung di media sosial. Saya melihat penderitaan kalian di media-media lokal dan international, tapi hasilnya apa? kalian tetap di dzolimi. Suara mereka tidak pernah bisa menghentikan Israel. Mereka hanya menggemakan penderitaan kalian. Saya pun begitu. Menyaksikan dari jauh sebagai penonton yang tidak kuasa mengghentikan penderitaan kalian. Ingin rasanya jadi martyr dan orang yang paling depan membela kalian. Tapi saya sendiri begitu tidak berdaya disini. Saya hanya bisa menangis cengeng di atas ketegaran kalian yang mengalahkan angkuhnya si bangsa kera. Bangsa yang hatinya dicuci dengan kotoran. Mereka berteriak kemanusiaan, tapi mereka sendiri menginjak-injaknya. Kemudian saya sadar kalau itu adalah sakit jiwa tingkat akut. Sakit jiwa yang mendarah daging. Mengerikan.
Di sini, saya hanya bisa berdo'a. memohon semoga ALLAH menguatkan kalian. Melimpahi kalian dengan surga sebagai martyr. menjadikan kalian mulia dengan ujian penderitaan yang kalian alami. Meski saya masih mengharap ada burung Ababil datang dari neraka dan melimpahi Benyamin Netannyahu si otak udang dengan batu panas dari neraka. Kalian lebih mulia dari setiap inti kebaikan yahudi. Bersabarlah saudaraku, saya dan kami semua akan terus bersuara untuk kemerdekaanmu. kebebasanmu dari sekelompok manusia yang kehilangan nurani. ALLAHUAKBAR!
Di sini, saya hanya bisa berdo'a. memohon semoga ALLAH menguatkan kalian. Melimpahi kalian dengan surga sebagai martyr. menjadikan kalian mulia dengan ujian penderitaan yang kalian alami. Meski saya masih mengharap ada burung Ababil datang dari neraka dan melimpahi Benyamin Netannyahu si otak udang dengan batu panas dari neraka. Kalian lebih mulia dari setiap inti kebaikan yahudi. Bersabarlah saudaraku, saya dan kami semua akan terus bersuara untuk kemerdekaanmu. kebebasanmu dari sekelompok manusia yang kehilangan nurani. ALLAHUAKBAR!
Komentar
Posting Komentar