Pantai Ampenan: Siang yang hangat sambil menikmati ombak peredam emosi
| Pertigaan mentok pantai :D |
| Merasa gugup dan aneh itu selalu |
| Sebuah perasaan bebas. se-terpenjara apapun sebuah diri di tempat lain. |
| Mendung siang itu. Tapi hanya sebatas antara daratan dan laut. |
| A Strunggle |
| Never to forget. stay exist |
| Nenek pencari sedotan, siang itu.. |
| "sana ke rumah, di sana ada halimah dan yang lainnya. masak air, bikin kopi sana! jangan panas-panasan di sini. nanti kamu sakit." begitu katanya sambil memungut sedotan di atas pasir. |
| Sambil mengomel. Beliau terus menyuruh saya ke rumahnya untuk masak air dan bikin kopi. kejadian ini cukup membuat saya terharu karena, ya, saya mengingat nenek saya sendiri :D |
| Anak pantai yang selalu minta difoto. lucunya, saya selalu lupa menanyakan nama :D |
| Tidak pagi, siang dan sore, di sana selalu banyak kambing :D |
| Tukang Cilok yang mulai datang berdagang. memasuki waktu Ashar, banyak pedagang yang mulai membuka lapak seiring dengan pengunjung yang perlahan datang menikmati pantai tiap sore. |
| tanpa repot menggembala, kambing-kambing ini selalu tahu bagaimana cara menyenangkan diri :D |
| Kambing yang manis menurut saya :D |
Kata mati di sini
Terkubur begitu saja ditelan kemegahan suara ombak
Terkubur begitu saja ditelan kemegahan suara ombak
Dan diriku sendiri menghilang
Menyatu bersama derap dan deru gulungan ombak
Menyatu bersama derap dan deru gulungan ombak
Melebur dalam angin yang terus bertiup mengumpulkan awan dan mengundang hujan
Jadi apalah arti emosi dan kemarahan tadi?
Semuanya terkubur pada masa itu saja
Jadi apalah arti emosi dan kemarahan tadi?
Semuanya terkubur pada masa itu saja
Detik dan menit yang berlalu
Hanya diingat sebagai adegan pilu saat pengorbanan tidak dihargai
Disitulah Maha Adilnya Allah
Meletakkan masalah dan jiwa sesuai dengan irama semesta ciptaan-Nya
Dia tahu betapa lemahnya seorang mahluk
Sehingga Dia menciptakan alam sebagai ladang untuk menggali makna makanan jiwa
Disitulah Maha Adilnya Allah
Meletakkan masalah dan jiwa sesuai dengan irama semesta ciptaan-Nya
Dia tahu betapa lemahnya seorang mahluk
Sehingga Dia menciptakan alam sebagai ladang untuk menggali makna makanan jiwa
Serta tanda kasih sayang pada hamba-Nya
Komentar
Posting Komentar