perjalanan, seperti bermimpi

Pagi ini saya terbangun. Bayangan itu masih lekat. Lengket. Melebihi lem. Tempat indah yang seakan mengeluarkan jerapah, harimau, rusa, singa banteng liar, zebra dan mahluk padang savana. Bumi yang seperti ibu. Saat tenggelam di bawah pepohonan di tengah hutan. Damai. Dunia lain rasanya nomor dua dan sekian-sekian. Lalu ke tanjung. Dengan mercusuar penunjuk eksistensi daratan. Oh.. dunia rasanya cukup di situ saja. Terus menikmatinya dari tebit fajar sampai si mentari pulang ke balik cakrawala. Menikmatinya sembari meneguk es jeruk. Wow.. betapa asemnya saat itu, tapi apalah artinya rasa asem kalau di depan mata ada surga! :D

Lalu ke pantai berair jernih. pasirnya lebih putih dari wajah wanita yang memakai pemutih. Eksotis. Dan sekarang, efeknya seperti menghayal. Nyata karena pegel-pegel itu masih saaangat berasa. haha.. sayang sekali belum bisa upload fotonya. kena seperti menghayal juga :D

Bermain, ngoceh dan menikmati pantai sepanjang siang dengan sahabat. Ditemani melon yang segar dan manis. Kesannya aneh saat menceritakan ini. Seperti hal yang tidak mungkin tapi sudah terjadi. Saya sendiri bingung harus cerita apalagi. haha..


Ngarepnya semoga punya duit buat nyuci foto-fotonya :D

Komentar

Postingan Populer