Saat dirimu merasa seperti berdiri ditepian

Rasanya begitu pekat
Pilu menggerogoti sanubari
Ya, ini bukan hal yang sesaat datang lalu pergi begitu saja
Begitu banyak peristiwa yang terjadi.
Tapi, disitu kau hanya menjadi penonton
Bukankah itu lebih mirip jasad yang tidak diterima langit dan bumi?
Hidup di awang-awang sama relatifnya dengan keberadaan awan.
Setelah terlalu berat menanggung air,
Tanggungan itu turun memenuhi bumi
Dan selalu kembali seperti itu lagi
berputar menjadi daur hidup
Bagian dari alam semesta
Dan kau tetaplah tidak terhitung sebagai siapa-siapa
Hanya hidup

Disetiap titik kembali
Nama-nama besar menggaung memengkakkan telingamu
Tidakkah mereka akan membuatmu iri?
Betapa perjuangan dan langkah yang mereka lakukan telah merubah dunia menjadi damai
Janganlah terus berdiri di tepi
Cerburkanlah dirimu dalam samudera!
Belajarlah berenang di tengah luasnya laut
Setelah kau kuat,
Kau bisa mengalahkan ikan tercepat di samudera sana
Hingga saat mahluk berotak sempit mengganggumu
Kau tidak akan gusar
Kau akan menjadi orang kuat di tengah Samudera..

Kalau pun saat ini harus menangis karena kepiluan yang memenuhi hati
Biarlah air mata itu terus keluar dan mendera jiwa
Harapan akan terus disiramnya hingga tumbuh menjadi semangat yang membakar
Lalu hiduplah sehidup hidupnya

NB: teruntuk jiwa, teruslah bersabarlah dengan segenap ikhtiar..

Komentar

Postingan Populer