Suatu siang: Pelabuhan Bima


















Saat pulang kampung lebaran kemarin, suatu kesenangan tersendiri bisa mengunjungi pelabuhan bima. Daerah bima sendiri merupakan salah satu dari kabupaten di provinsi NTB yang berada di pulau sumbawa. Iklimnya panas. Tapi sebagai orang yang terlahir di sana, saya sendiri jadi sangat menggilai matahari. hehe..

Kapal-kapal sejenis phinisi, kapal nelayan, para pedagang yang melelang ikan, bongkar muat barang, dan beberapa kru kapal yang melakukan perbaikan pada kapal-kapal mereka mewarnai keadaan pelabuhan siang itu. Saat sampai, saya sendiri sedikit kebingungan atau lebih tepatnya terserang bego. Biasanya kelebihan objek malah membuat speachless dan no reason for taking a photo. Jadinya, untuk beberapa saat saya hanya melihat dan mencoba menikmati keadaan pelabuhan. Dan ternyata benar. Tidak beberapa lama, saya sendiri mulai tergerak untuk moto. meski malu-malunya lebih guede :D

Bagi saya, pelabuhan ini punya sejarah tersendiri. Sejak kecil hingga sekarang, entah itu orang tua saya atau anggota keluarga yang lain selalu punya cerita dan ikatan emosionil dengan pelabuhan. Biasanya, mereka menceritakan saat zaman mereka muda yang bersetting di pelabuhan atau lokasi-lokasi tertentu yang berada tidak jauh dari pelabuhan. Nuansanya jadi lebih emosionil saat mendengar mereka bercerita karena sebagian besar ceritanya tentang perjuangan hidup. Hal ini disebabkan pada zaman dulu, disekitar pelabuhan merupakan daerah perdagangan yang hingga hari ini masih ramai dan padat oleh aktivitas tersebut. Beberapa keluarga saya pun dulu ada yang menjadi pelaut sehingga masih lekat banget cerita-cerita heroik tentang bertahan di lautan. Sebagai anak kecil, saya antusias sekali. Apalagi dulu setiap apa yang diceritakan oleh kakek, nenek paman, bibi, pakde, bu'de atau kedua orang tua saya, saya sendiri selalu mencoba membayangkan menjadi orang yang ada dalam cerita mereka lalu mulai terkagum-kagum dan ingin menjadi apa yang mereka ceritakan.

Dan saat bisa mengunjunginya langsung, perasaan aneh itu muncul. Hehe.. seperti perasaan purba karena sensasi itu hadir saat saya masih kecil dan terkagum dengan hal-hal heroik serta berbau petualangan. Ya, suatu ketika tiap kapal memang butuh kembali. Butuh berlabuh dan istrahat mengisi kembali tenaga dan semangat untuk kembali kelaut. menghadang ombak dan samudera luas.

Komentar

Postingan Populer