Suatu sore: Berkenalan dengan pak Imin

Sore itu, saya diajak teman jalan-jalan  ke pantai yang tidak jauh dari rumah. Kalo ga salah, hanya 20 menit jalan kaki sudah bisa sampai di sana. Dibanding pantai ampenan, tempat ini lebih tenang. Hanya ada sedikit pengunjung dan deretan perahu nelayan disepanjang pantai. Cukup bersahaja dan menarik. Sore yang mendung tidak menjadi masalah. Matahari yang sembunyi malu-malu pun tidak menghalangi minat saya dan sahabat saya memotret suasana sore itu. Karena begitu menikmati suasana yang cukup nyaman, kami pun larut dalam kegiatan memotret hingga tanpa sadar kalo saya dan teman saya sudah terpencar jauh. Saya sendiri mengeksplor di tempat yang tidak jauh dari pintu masuk, sedang teman saya sudah jauh dan mendekat ke beton pemecah ombak.



Setelah semakin dekat ke pantai, bertemulah saya dengan seorang bapak bernama pak Imin. Beliau sendiri salah satu nelayan yang menyandarkan kapal yang berada tepat di belakang Markas Brimob ini. Sambil tersenyum, beliau melihat ke arah saya yang tiba-tiba bertanya tentang keadaan laut sore itu. Dengan tenang beliau menjawabnya bak seorang ahli maritim. Karena terlalu penasaran, saya pun terus bertanya sampai pak Imin bercerita tentang semangatnya untuk menyekolahkan anak-anaknya hingga ke universitas. Beliau mengatakan "tidak apa-apa kalau saya tidak sekolah dan hanya lulusan SD kelas satu mbak, yang penting anak saya harus sekolah. Tidak boleh bodoh seperti saya" ujar beliau. Ah, Bapak yang luar biasa. Selain itu, disepanjang sore beliau bercerita tentang hakikat hidup dan pembahasannya tentang agama ternyata cukup dalam sampai saya sendiri butuh mengedutkan kening saat mengobrol dengan beliau.



Ya, Kehidupan memang sekolah sesungguhnya untuk anak manusia. Sekolah formal hanya sepersekian dari sumber ilmu yang melimpah di alam raya ini. Membuat manusia yang menjalani tiap masanya berpikir untuk kemaslahatan hari esok. Memecah permasalahan-permasalahan menjadi ilmu yang dapat dipelajari oleh generasi mendatang. Betapa kebajikan itu sungguh mudah diwariskan. Pemikiran akan kehidupan yang lebih baik menuntut manusia untuk berlaku baik serta bijak mengelola alam dan berhubungan antar sesamanya. Menyebabkan manusia bisa eksis hingga saat ini. Saya dan pak Imin pun menikmati sore yang indah itu dengan hati yang ringan. Sejumput ilmu dan kebijakan yang tiada pernah disangka akan saya dapat dari bapak yang begitu sederhana dan bersahaja. Sungguh Allah Maha Besar, menciptakan Mahluk-Nya dengan akal dan pikiran. Yang membuatnya survive dan terus bereksplorasi terhadap ilmu meski dalam keterbatasan. Semoga Allah selalu memuliakan orang-orang yang mencari ilmu. Amin Allahumma amin...

Komentar

Postingan Populer