Sore itu, setelah ngobrol dengan
Bapak Tukang Sol Sepatu, saya lanjut jalan ke pasar sambil menenteng sepeda sembari mengambil gambar di sepanjang kota tua.. setelah ngobrol ngalur-ngidul dengan ibu-ibu pedagang yang sedang istrahat dan mulai menutup dagangan mereka di sepanjang lorong pasar, saya pun pamitan melanjutkan perjalanan ke belakang pasar. Di belakang Pasar, ada akses jalan yang bisa dipakai untuk langsung ke pantai ampenan, meski harus melewati perumahan warga dengan gang yang tidak begitu luas, tapi cukup memberi kesan tersendiri saat melewatinya. Terutama kejutan di ujung perjalanan yang akan sangat menyenangkan :D
Ketika lagi sibuk mengambil gambar, tiba-tiba saya menemukan mahluk kecil ini...
Dalam hati, saya kagum dengan si kecil ini, dia masih begitu muda tapi sudah bisa mencari makan untuk dirinya sendiri. Saya iri dengan kemandiriannya. Hal ini membuat saya berpikir sangat panjang dengan hasil keberadaan saya di dunia. Lebih banyaknya, saya menyusahkan orang tua untuk memenuhi kebutuhan. Saya begitu jauh dari kemandirian ini. Paling tidak, saya menjadi semakin termotifasi dengan melihat si anak kucing.
Lalu, Saya menemukan yang ini...
 |
| Sembunyi. Itu reaksinya saat saya mencoba mendekat untuk menyapanya |
 |
| Gambar yang saya ambil secara spontan saat bertemu Si Belang |
 |
| Kerena saya mencoba mendekat, dia mulai tidak nyaman |
 |
| Mungkin saat ini dia mulai bepikir untuk segera bersembunyi buat menghindari saya. haha.. parah :D |
Komentar
Posting Komentar