Untuk Cita, Dengarlah... Kamu teruslah melambai di ujung sana.. Teriakkanlah lagu dan dendang penyemangat Kirimi saya bahasa bisu optimisme Di sini, saya akan terus menghambur energi Memecah ketakutan Mematahkan kemalasan Memamah kerja keras Hingga kelak saat mencapai penghujung Hanya puja dan syukur untuk Yang Maha Hidup Dan kau, Cinta... Jagalah siapapun dia.. Dimanapun dia.. Apapun keadaannya.. Bisikkan pada hatinya saat itu Saat saya dan dia bertemu dengan hati yang sama-sama berbisik "jodohku" Hingga hanya munajat yang sanggup kami bisikkan "Jadikanlah Hamba pelengkap rusuknya... Ya.. Yang Maha Pencipta." |
|
oohh puisinya so suiitt mbak..
BalasHapussemoga segera dipertemukan dengan dia.. :D
aamiin ^^
hehe.. thanks ya yun.. buat yunita juga :)
Hapus