Just a thought: The Diamond Perspective

Zaman sekarang dan zaman dulu, emas, intan dan permata selalu jadi rebutan oleh semua orang. Jadi barang berharga yang lebih seringnya menimbulkan kekerasan, pembunuhan dan lainnya. Saya sendiri, tidak pernah tertarik dengan pernak-pernik sejenis. Tapi saya punya perspektif sendiri tentang permata. Ya, Seperti yang terlihat di foto ini. Ini permata yang sangat berharga menurut saya. Tidak akan pernah membuat hati serakah dan membuat orang lain iri dengannya. semua orang bisa menikmatinya. Tiap orang memang tidak bisa membawanya sebagai materi dan benda berharga, tapi mengambilnya dengan mata, menyimpannya dalam pikiran sehingga membangun hati menjadi lebih kaya dengan kebijaksanaan, kelapangan hati dari ketentraman jiwa sebagai efek saat menikmatinya.

Saat gundah, sedih atau marah, saya ke pantai. Selain merasa terhibur dengan deburan ombak yang berkeluh kesah tentang angin yang membuatnya terus menciumi daratan, kilauan sinar matahari dari gelombang menjadi bahan ternikmat untuk kotemplasi dan meredam segala emosi. Allah SWT begitu Maha Sempurna dengan segala ciptaannya. Banyak hal kecil yang bisa dijadikan bahan renungan untuk disyukuri setiap saat. Menjadi makanan nikmat untuk jiwa sehingga tidak berubah lapar dan mati.

Rasanya tidak masalah merasa tenggelam saat menikmatinya. Jiwa yang kembali lapang dan terisi adalah bekal terbaik untuk menjadi lebih hidup. Mari selalu bersyukur... karena akan membangunkan berlian yang ada dalam diri untuk bersinar menerangi pikiran yang merumit oleh permasalah hidup.

Komentar

Postingan Populer