Buat Bibi
Saat Allah rindu orang yang amat dikasihiNya,
Badai pun hanya jadi fenomena, bukan penghalang.
Rasa kehilangan hanya igauan permainan suatu masa
Dia berada dimasa lalu
Lalu merasa memiliki hak di masa depan
Menagihnya dengan rasa kehilangan dan kesedihan
Kefanaan materi ini yang saya ratapi bekasnya pada hati
Padahal apalah artinya terus hidup di dunia di bandingkan berada di sisi Allah
Kebiasaan di masa lalu biarlah menjadi sejarah
Bukankah kematian hanya perpisahan raga dan jiwa?
Jiwa yang suci kembali pada pemilik-Nya yang Abadi
Raga pun kembali pada asalnya, tanah
Dan jarak antara satu dan lainnya hanya dipisahkan sekat yang tipis.
Bibi,
Saya ikhlas sekarang...
;(
BalasHapusikhlas itu sulit, memang benar ya..
mbak innah semoga dikuatkan.
puisinya cantik.
ah, hidup dunia tak pernah kita tau sampe kapan.
dunia begitu fana, tapi seperti nyata. seakan selamanya.
dan akhirat terlupakan. :(
iya yun.. setiap orang merindukan pulang. Ruh kita pun begitu. dia menyatu dengan raga untuk ditempa.
Hapus