Hi mimpi!
Seberapa pantas kah seseorang merasakan kegalauan karena memujamu?
Padahal kamu berwujud badai.
Seperti arus ganas yang akan menenggelamkan di tengah laut
Kau bukan lego yang bisa dibongkar lalu dipasang kembali
Kau searah dengan masa depan yang abstrak
Hari ini membayangkanmu adalah surga yang membuat tergila-gila
Membuat anak manusia mendaki gunung penuh duri
Melawan arus sungai penuh monster piranha
Ah, Kau...
Mengapa begitu sombong dan ingin terus di kejar..
Kau tidak berwujud gadis atau pangeran tampan bukan?
Tidak semua orang bisa diperbudak dongeng mainstream seperti itu.
Saya pun tidak.
Saya masih ingin menganggap ini hanya igauan
Saya hanya sedang tidur
Berlayar sendiri dengan perahu tekad dan berlayar nekat
Berdo'a dengan lekat di malam pekat
Semoga semua penat berwujud tekat
Meraih impian yang semakin mendekat
poto dan puisinya cantik.
BalasHapusmbak innah, apa kabar mbak? ^^
terima kasih yun.. :D
Hapusah, itu curhat kegalauan aja sebenernya. haha..
saya alhamdulillah baik.
gimana dengan dirimu yun?
semoga sehat juga yah.. :D
aamiin, sehat mbak..
Hapuslagi ngurus penelitian buat TA nih mbak, mohon doanya ya... ^^
Mimpi adalah tiket masuk yang harus dibayar. tidak gratis! :D
BalasHapus