Titik Balik

Gimana ya? Fiuh... belakangan ini saya merasa sangat susah menulis sesuatu. Entah kenapa, diam begitu nikmat. Banyak yang ingin saya tulis dan ungkapkan, tapi membeku begitu saja dalam pikiran saya. Lembaran kosong berasa begitu menyerap pikiran. Ah, mungkin karena saya sedang ingin membaca sebanyak mungkin. Semenjak baca Novel Musashi, banyak perubahan yang saya rasakan. Terutama untuk lebih berhati-hati dalam berbicara, menghormati orang lain, menjaga kebersihan hati dan pikiran dari hal yang sia-sia.

Dari semua itu, hal yang membuat saya berpikir di beberapa minggu ini adalah soal titik balik yang menggerakkan saya. Perasaan yang membuat saya ingin berbuat sesuatu. Hal ini terjadi saat dini hari saya menemukan Hamster kecil saya mengerang kesakitan setelah diserang kucing dalam kandangnya. Hamster yang biasa saya ajak main dan bercanda. Malam itu, mungkin dia berpikir yang membuat kegaduhan di dekat kandangnya itu, saya. Biasanya, dia akan mencoba menjulurkan tangannya tanda protes karena diganggu. Itu kebiasaan yang dia lakukan jika diganggu. Dan malam itu, satu tangan itu dicabik kucing.

Saya tersiksa sendiri melihat dia meronta kesakitan tanpa ada hal yang bisa saya lakukan untuk meringankan sakitnya. Malam itu saya hanya bisa menangis. Menangis karena betapa tidak bergunanya saya. Kadang saya ingin menyalahkan kucing yang memakannya, tapi itu tidak mungkin. Dalam rantai makanan, takdirnya memang untuk kucing. Oh, pemikiran itu begitu menyiksa logika saya. Memelihara dua hewan yang kodratnya memang bermusuhan.

Sebelumnya pun, dua kucing saya mati tanpa saya tau penyebabnya. Satu kucing saya temukan di pekarangan tetangga dan saya kuburkan sendiri dengan rasa menyesal dan kehilangan.

Saya ingin jadi Dokter Hewan. Sepanjang umur saya hingga saat ini, setelah gagal ingin menjadi Mekanik Pesawat Terbang, Dokter Hewan menjadi hasrat besar saya. Entahlah... saya begitu ingin mewujudkannya. Membantu hewan-hewan kecil dan tidak dipedulikan. Mereka begitu rapuh oleh kejahilan manusia yang kadang tidak peduli pada mereka. Tidak ada yang terlambat menurut saya. Semoga Allah memudahkan dan memberi jalan keinginan ini. Aamin Ya Robbal Alamiiiin..

Keadaan Kandang sebelum salah satunya meninggal. Sekarang kondisinya begitu sepi.

Kelelahan setelah meronta kesakitan. Dia tertidur.

Setelah berjuang melawan sakit selama 2 hari, Dia meninggal di pagi hari berikutnya.

Komentar

Postingan Populer