Mbawi dan kenangan kecil

Rasanya sudah cukup lama tidak keluar dengan Bapak sambil bercerita kecil. Meski saat masih kecil dulu kesempatan seperti ini cukup sering dilakukan. Yang saya ingat, Setelah sholat subuh, beliau suka mengajak saya dan adik saya berjalan-jalan di sepanjang trotoar jalan di kampung. Sebelum adik saya lahir, saya biasanya di gendong dan kakak saya yang berjalan kaki. Setelah adik saya lahir, saya mendapat giliran berjalan kaki. Saat itu tidak banyak yang kami bicarakan selain bapak yang meladeni khayalan-khayalan kecil kami dengan jawaban "iya" dan "tidak" agar pembicaraan pagi itu tetap berjalan mengasikkan. Pembicaraan yang terus membiarkan pikiran saya dan saudara saya kemana-mana. Biasanya seputar tokoh kartun atau anak tetangga yang mulai usil mengganggu saat kami asik bermain. Sampai sekarang pun, saat saya bercerita, beliau masih lebih sering mendengarkan dan mengiyakan dari pada banyak berkomentar. Saya sendiri sadar, kadang pembiaran itu yang membuat saya sendiri menjadi pemimpi seperti saat ini. Tapi saat ini, dalam kadar sebagai orang tua yang mengajarkan anaknya ke jalan yang seharusnya dilakukan untuk tidak terus berkhayal, mereka menampar saya dengan kenyataan untuk sadar dan bangun. Hiduplah ke kenyataan. Kurang lebihnya seperti itu yang saya tangkap saat ini.

Saya sendiri sadar, banyak yang harus saya lakukan untuk berbakti ke kedua orang tua saya. Saat di ajak ke daerah yang semacam dermaga tempat nelayan bersauh ini, banyak hal yang saya sadari. Selain alasan emosionil kalau setelah sekian lama tidak berjalan-jalan dengan bapak, menemukan waktu keluar dan menghabiskan waktu bersama. Saya jadi merasa seperti nelayan yang pergi melaut. Sejauh apapun saya berlayar, saya tetap harus mengingat dermaga juga. Pulang dan membawa hasil. Selain hanya di darat ada kehidupan, do'a dan kasih sayang kedua orang tua akan selalu menjadi mercusuar yang membuat rindu saat di tengah laut. Bahkan saat terkena badai di laut terjauh pun.



























NB:
Nama desanya Mbawi. Termasuk daerah penghasil ikan dan peternakan. Wilayahnya luas dan letaknya tidak jauh dari pusat kota :D

Komentar

  1. suka deh, refleksi pohon kelapa di petak sawahnya,.. juga, bunga rumput liat dg background langitnya.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih Nirka.. senang kamu juga bisa menikmatinya :D

      Hapus
  2. dibuka dengan tulisan yang sangat dalam maknanya. huhu, jadi kangen rumah deh. >.<
    Semoga sukses selalu mbak in.. ^^

    Poto2nya asyik euiii.. ini di pantai atau semacam sungai gitu ya mbak in,,,
    Wah, menyenangkan pasti bisa berbagi bersama mereka :)
    ini pake poket ya mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks ya yun.. Ini jadi semacam pengingat pribadi saya juga sih.. ah, dan saya seneng banget kamu bisa menikmatinya.. always thank you to you yun.. :D

      ini pake kamera hp yun.. kemarin pengennya santai aja. jadi ga mau di repotkan dengan poket. hihi

      Hapus
    2. keren. Hape, poket ntah slr juga, tetep dengan gaya dan warna mbak in. Aku bisa cepat mngenalinya. selalu suka poto2 mbak.
      ga pernah pake fim lagi mbak?

      Hapus
    3. Masih.. cuma hasilnya belum saya cuci. Dapet duitnya susah yun.. masih jobless hihi

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer