September, Terima Kasih...
Ada jemari impian di tiap ranting mengering
Pikiran pun melayang nanar meraba hari esok
Menerka setiap kemungkinan dan pintu
Menjulurkan kerinduan yang tak terlihat
Sesaat, Hal itu menjadi begitu Syahdu
Hasrat antara keinginan dan ketakutan
Bahwa ini hanya kerinduan yang mungkin saja tidak akan pernah berwujud nyata
Sesaat datang, lalu menghilang ditebas kenyataan
Terima kasih September...
Telah mengajari saya merindu pada masa depan
Yang membuat impian ini subur
Dan Harapan ini berbunga.
Sampai bertemu lagi di tahun depan..














aku bahkan melupakan september ini..
BalasHapusapa-apa yang ada di september aku tak memaknainya.
namun aku menunggu penghujung september,
aku juga menunggu hujan, biasanya dia menyapa awal kali di september.
kali ini, dia pun tak ada kabar. entahlah, aku jadi melupakannya..
btw, puisi yang indah mbak in. :)
rantingnya juga menyejukkan. sudah jarang sekali lihat pepohonan gedhe dan rindang kayak gitu di UB. huhu
Terima kasih banyak yun.. :-)
BalasHapuskapan ke pantai ampenan
BalasHapus