04122015: Cerita Mama

Beberapa hari ini saya tidak begitu banyak "kemana-mana". Hanya di kosan membaca, nonton film dan berpikir. Mungkin orang akan berpikir rambut saya akan sedikit sangat rontok karena aktivitas ini. Dan mungkin pula sebagian orang akan berpikir untuk memberi saran beberapa shampo anti rambut rontok untuk aktivitas membosankan itu. Ya, saya sedikit kehilangan ide untuk melakukan aktivitas "eksplor" yang biasa saya lakukan. Perasaan nyaman saat berada di sarang benar-benar menghinggapi otak saya belakangan ini. Mungkin karena daya jelajah saya sedikit mati karena berhubung ini adalah kota yang baru saya jajaki.Tapi mungkin tidak bisa di kategorikan baru karena sekarang saya hampir 4 bulan di sini. Dan ini termasuk perkembangan kemalasan yang parah.

Lupakan Soal itu. Saya ingin cerita tentang isi telponan mama beberapa waktu lalu. ya, tentu saja ini bukan seperti sms #mamamintapulsa ini tentang cerita lama yang membuat saya berpikir cukup keras mengenai masalah yang sebenarnya sejak zaman dulu menjadi hal yang susah untuk diselesaikan. Em, ini masalah perjodohan.

Ah, selalu berat saat mulai membahas tentang masalah ini. Jadi, ternyata saya punya Pakde yang saat mudanya tinggal jauh dari orang tua. Mungkin lebih tepatnya merantau. Dan selalu banyak hal yang terjadi saat orang-orang merantau. Salah satunya adalah bertemu seseorang yang akan membuat hatimu bergetar, matamu berbinar, lalu kau akan jatuh hati padanya sampai mati. Itulah yang dialami Pakde saya. Sebagai orang yang saling jatuh hati, mereka tentu saja ingin menikah. Hal itu terjadi. Dari pernikahannya mereka dikaruniai satu orang anak. Lalu, seperti dalam sinetron. Kakek saya suatu hari datang dan memaksa membawa pakde saya pulang. Kakek saya tidak menyetujui pernikahan Pakde saya dengan gadis yang dia temukan di rantauan. Dengan penuh kepaksaan itulah pakde saya di bawa pulang. Bisa tebak apa yang terjadi? ya, tentu saja. Semua orang akan bisa menebaknya. Seseorang yang di paksa meninggalkan orang yang dicintainya itu adalah penderitaan yang sangat berat. Hal itu terjadi.

Sesampai di rumahnya, Pakde saya depresi. Dan penderitaan seperti itu tentu saja tidak akan pernah membuatmu nyaman sampai kau bertemu dengan belahan jiwa itu sendiri. Setelah di jodoh dan dinihkah kan dengan orang lain pun pakde saya masih belum bisa benar-benar move on dari orang yang disayanginya. Ya, tentu saja itu bukan hal yang mudah. Hingga Beliau Wafat dengan umur yang masih cukup muda pun, Beliau wafat membawa cinta dan sayangnya buat istri dan anaknya diperantauan.

Dan Entah takdir apa, mantan  istri Pakde saya bertemu dengan istrinya Pakde saya. Yang menurut saya sendiri itu kejadian yang langka.

Dan Cinta selalu menunjukka sisi misterius dan tidak bisa ditebak pada akhirnya.:

Komentar

Postingan Populer