Mengapa 31 Desember?
Kadang, saya sering berpikir kenapa terlahir di bulan Desember dan di ujung tanggalannya 31. Banyak hal yang terjadi selama setahun sebelumnya, dan yang sering saya rasakan malah kelelahan karena menghadapi setahun penuh. Sekarang 31 Desember malah terasa seperti "Rumah." Dari semua perasaan yang saya alami selama setahun, baik, buruk, senang, susahnya, semua saya introspeksi saat saya ulang tahun. Secara normal orang-orang mungkin akan seperti itu karena ini akhir tahun dan tiap orang memang akan menyusun kaledoskop untuk seeegala hal.
saya jadi ingin mengutip puisi milik Sapardi Djoko Damono dikumpulan puisinya "Hujan Bulan Juni"
Puisinya lirih. Malah terdengar sangat sensitif bagi saya. Dan perasaan di dalamnya begitu sama seperti apa yang saya rasakan ditiap tahunnya. Desember selalu berarti lelah, Selalu berarti pulang, selalu berarti berada disudut kamar dengan segala renungan tentang kesalahan, impian, dan apa saja pencapaian saya setahun yang berlalu. Terkadang tidak selalu mudah dihadapi. Tapi mengingat kalau diri saya sendiri butuh merenungkan semuanya, hal ini selalu bisa menarik saya kembali untuk sabar menunggu tiap ulang tahun. Paling tidak, setelah itu jalan saya semakin tenang untuk menghadapi setahun berikutnya.

Komentar
Posting Komentar