What You Want To Do In One Year Ahead?
Mungkin, ini bukan melulu rencana yang akan terjadi setahun ke depan. Tapi seperti apa dirimu untuk tahun-tahun berikutnya. Diri kita yang saat ini adalah fragmen-fragmen yang terus akan kita susun menjadi sebuah gambaran yang utuh hingga kita meninggal. Saya jadi ingat puisinya Sapardi Djoko Damono "Hidup adalah doa yang panjang" tulisnya. Saya membayangkan kalau fragmen-fragmen itu adalah doa-doa kita yang tidak putus, juga doa-doa yang terus dilantunkan orang tua dan orang-orang terdekat kita pada Allah. Itu yang sebagian besar menjadi penuntun jalan kita ke depannya. Semua hal dalam hidup sangat-sangat tidak mudah, tapi Allah tidak menciptakan kita untuk menyerah. Kadang meski diam dan menolak untuk menghadapi penyusunan fragmen-fragmen hidup, seiring waktu, kita akan tetap menghadapi kenyataan yang terjadi.
Pertanyaan-pertanyaan tentu akan menumpuk, tapi hidup tidak diam. Bumi terus berotasi dan waktu terus berjalan. Doa-doa penyusun hidup terus dikumandangkan dan terus tersusun membentuk setapak-demi-setapak jalan hidup kedepannya.
Lalu, Saya mau ngapain aja setahun ini? dan jawabannya terus membentuk fragmen-framen dalam hati dan pikiran saya.

Komentar
Posting Komentar